Seiring Menurunnya Angka Kasus Covid-19 Sukoharjo Mulai PTM 100 %

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Orang tua wali dan anak sekolah mulai merasa lega pasalnya sudah bisa masuk sekolah kembali usai libur lebaran, yang mana sebelumya di masa pandemi pembelajaran secara daring dilakukan selama lebih kurang 2 tahun, mereka tidak bisa ketemu bp/ibu guru dan kawan-kawan mereka, hal itu karena adanya wabah covid-19.

Sesuai dengan SKB 4 mentri yaitu Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Mentri Agama, Mentri Kesehatan, dan Mentri Dalam Negeri tentang pembelajaran Tatap Muka (PTM) diatur no: 01/KB 48/2022, no:4.8/2022, no: HK 01.18/Menkes/1140/2022, no: 42o  tahun 2020 tentang panduan PTM dimasa pandemi covid-19.

Khusus diwilayah PPKM level 1 dan 2 bisa melakukan PTM 100 % setiap hari dengan durasi pembelajaran paling sedikit 6 jam pembelajaran. Untuk wilayah kabupaten Sukoharjo dijelaskan Warsini Kepala Bidang SMP dinas pendidikan dan kebudayaan Sukoharjo pada Kamis (12/5/2022) kemarin mengatakan bahwa kabupaten Sukoharjo yang sudah berada di level 2  ini sudah bisa melaksanakan PTM 100 %. Sesuai yang disyaratkan dalam SKB 4 Mentri.

Lebih lanjut Warsini menyampaikan bekerjasama dengan satgas covid-19 kabupaten Sukoharjo  mulai 9 Mei 2022 PTM di wilayah kabupaten Sukoharjo sudah bisa dilaksanakanPTM secara luring / PTM 100 %, namun tetap prokes. Selain itu juga kantin sekolah sudah boleh buka. Dengan catatan penerapan prokes, disediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir sebelum anak-anak makan dan minum dikantin sekolah.

“ Sebenarnya kegiatan PTM 100 % sudah bisa dilaksanakan saat bulan ramadhan kemarin namun karena waktunya mepet dengan libur lebaran, sehingga baru bisa diterapkan PTM 100 % usai menjalani libur lebaran/nasuk pertama usai libur lebaran,” ujar Warsini.

Dalam aturan tentang PTM juga disebutkan, bagi satuan pendidikan yang menerapkan kebijakan PPKM level 1 dan 2 dengan capaian vaksinasi diatas 60 % diwajibkan menyelenggaran PTM 100 % setiap hari disekolah, untuk wilayah kabupaten Sukoharjo capaian vaksinasi sudaha mencapai 80 % lebih. Dan anak-anak myoritas sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2, sedangkan para guru/tenaga pendidik mayoritas sudah mendapatkan vaksin 1, 2, dan 3 (vaksin booster).  (Prie)

Bagikan ke:
baca juga:  Personel Damkar Ikuti Pelatihan Evakuasi Ular

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *