Jadi Sukarelawan Vaksinator, Bupati Yuni Sukowati Siap Divaksin Ketiga

NEWS

Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com

MESKI sibuk dengan jadwal yang sangat padat, Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak melupakan profesinya sebagai dokter.

Telebih di masa pandemi, dengan jumlah warga terpapar Covid-19 terus meningkat dan tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal terus bertambah, membuat kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini semakin prihatin dan berempati.

Bupati Yuni Sukowati tak segan turun tangan, bahkan ikut menjadi relawan vaksinator. Agar terlindungi saat melakukan tugas bersama para nakes menangani pasien Covid-19, di tengah merebaknya virus varian Delta, Yuni siap divaksin ketiga,

“Urusan vaksinasi terus dikebut. Sepanjang pasokan vaksin lancar, nakes di Sragen harus siap. Kami juga terbantu vaksinasi dari TNI-Polri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyasar lansia, nakes, dan sebagainya. Sedangkan TNI-Polri siapa saja bisa, jadi lebih menyeluruh,” ungkap Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen kepada inspirasiline.com di Alun-alun Sasano Langen Putro, sebelum  keliling bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pejabat terkait, kalau-kalau ada masyarakat yang takbiran keliling, Senin (19/7/2021), pukul 19.30 malam ini.

Dalam waktu dekat ini, Pemkab Sragen akan mendapatkan pasokan vaksin Moderna khusus untuk nakes. Yuni juga akan mendapatkan suntikan vaksin tersebut, karena juga bertugas sebagai vaksinator.

”Kemarin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pak Hargiyanto mendapat kabar akan dikirim vaksin Moderna untuk nakes. Saya juga termasuk, karena saya kan vaksinator,” terangnya.

Yuni menyampaikan, vaksin tersebut sama saja dengan vaksin Sinovac yang selama ini disuntikkan untuk masyarakat umum. Hanya khusus nakes, dengan mempertimbangkan risiko terpapar lebih tinggi, karena mereka sering berinteraksi dengan pasien.

”Jadi booster itu perlu, vaksin yang dosis ketiga untuk nakes,” imbuhnya.

Untuk pendataan bagi nakes yang akan menerima suntikan dosis ketiga dilakukan secara otomatis, karena sesuai dengan pemberian insentif mereka dalam bertugas.

”Sudah cair Januari, Februari, Maret. Setiap pekan ada pencairan insentif, total Rp 18 miliar. Pagu untuk Covid-1 ada Rp 79 miliar, tapi tidak semuanya untuk insentif nakes,” jelasnya.

Meski menjadi vaksinator, informasinya Yuni tidak menerima insentif nakes, karena sebatas sukarelawan vaksinator.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *