Sragen-Inspirasiline.com
Hal itu dikemukakan di Sekolah Dasar Negeri ( SDN) Gedongan dan SDN Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen dalam program Peduli anak bangsa melalui Kartu MOX Kamis (16/12/2021)
Menurut Dedy Agus Setiawan orang tua harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar ( SD ) memiliki telepon genggam.
Dikatakan, menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.
“Para peneliti di National Radiological Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak”.Ungkap Wawan sapaan akrab Dedy Agus Setiawan saat ditemui Inspirasiline.com seusai acara di SDN Gedongan

Orangtua kata Wawan seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut.
“Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam” Ungkapnya menegaskan
“Prof Henry Lai dari University of Washington, AS, seperti dikutip web MD Health menyayangkan hanya sedikit peneliti yang memfokuskan pada anak-anak
Prof Henry mengatakan, efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam sejak remaja akan mempunyai periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya” ujar Wawan menjelaskan
“Kita tidak tahu apakah anak-anak lebih mudah terkena radiasi,” Ungkap Wawan lebih lanjut sambil menyarankan agar orang menggunakan headset guna menjauhkan antena dari kepala.

Sementara Kepala SDN Gedongan Suparno saat mendampingi Wawan mengatakan, Awalnya jujur saya ragu dengan keberadaan kartu radiasi namun Setelah saya mendengarkan sosialisasi dari team bersama bapak/ibu guru dan anak” kelas 3 – 6 yang didukung dengan visual vidio dan testimoni dari beberapa kejadian ternyata kartu radiasi insya Allah sangat berdampak untuk kesehetan kita dan anak didik, bahkan kepada masyarakat umumnya
“Saya sangat mendukung program Peduli Anak Bangsa dari Education Service Center Yogyakarta ini ” Ungkap Suparno saat dimintai tanggapannya tentang program Peduli anak bangsa melalui Kartu MIX yang disosialisasikan Wawan ( Sugimin/17)
