Sragen-Inspirasiline.com.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam Rapat Koordinasi ( Rakor) Inventarisasi di ruang Citrayasa Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Rabu (26/1/2022)
Dikutif Inspirasiline.com di Sragenkab.go.id Kamis (27/1/2022) Rakor tersebut membahas materi Penyelenggaraan Pelayanan MPP di Kabupaten Sragen
Rapat dihadiri Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, Sekretaris Daerah ( Sekda) Sragen Tatag Prabawanto, Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) Tugiyono, serta Pimpinan/ Perwakilan 32 instansi vertikal

“Dengan kedatangan seluruh instansi vertikal kali ini, meminta kesepakatan terkait Mall Pelayanan Publik yang akan beroperasional, untuk bisa bergabung dalam MPP ini,” ungkap Bupati Kusdinar Untung yuni Sukowati
MPP ini merupakan perluasan fungsi pelayanan terpadu baik pusat maupun daerah, serta pelayanan Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) dan swasta dalam rangka menyediakan pelayanan yang cepat, mudah, terjangkau, aman dan nyaman.
Gedung MPP yang nantinya bersebelahan dengan kantor Pengadilan Agama Sragen ini berlokasi satu komplek dengan Technopark. Pembangunan fisik MPP tahun 2021 telah dilaksanakan grund breaking pada 11 Juni 2021. Selanjutnya proses finishing dan interior akan dilaksanakan pada tahun 2022 ini.
“Alokasi anggaran yang digelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada tahap pertama sebesar 10 Milyar. Kemudian nanti di tahun 2022 ini 11,5 Milyar dan khusus untuk mebeler, komputer. Dan sarana penunjang disana sudah mencapai 1 Milyar lebih,” Ungkap Yuni panggilan akrab Bupati Sragen menjelaskan
Selain membahas tentang komitmen untuk bergabung membahas pula kebutuhan ruangan dan perlengkapan apa yang dibutuhkan.
“Nanti kita membahas kebutuhan ruangan kira-kira apa yang diperlukan, dan alat apa sehingga nanti bisa kita anggarkan. Insya Allah Januari 2023 harus sudah operasional semuanya,” Ungkap Yuni nemperjelas
Lebih lanjut, Yuni berharap setelah dibukanya MPP ini tidak ada dualisme kepelayanan dan semua bisa berjalan dengan lancar. Yuni meminta sebelum pembukaan di Bulan Januari, yang sudah dilayani di MPP tidak lagi dilayani di pelayanan tunggal.
“Yang pasti berdirinya MPP ini diharapkan pelayanan kita kepada warga masyarakat Sragen lebih paripurna,” Ungkapnya berharap
Plt. Kepala DPMPTSP Tugiyono dalam paparannya mengatakan, Sragen yang dulunya menjadi pelopor pelayanan terpadu satu pintu, sekarang sudah berubah menjadi Online Single Submission Risk-Based Approach berbasis resiko.
“Jika terlebih dahulu membangun sesuatu harus izin dahulu baru membangun, kalau sekarang punya usaha dulu baru berproses ijin. Nanti akan ada proses pengawasan. Kemudian sekarang sudah menjadi satu atap kembali, tidak satu pintu, sehingga sekarang pelayanan perijinan itu masih harus meminta rekomendasi dari dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD ) yang lain. Solusinya adalah MPP, sehingga masyarakat akan sangat efisien waktu, tenaga dan ketika berada di seluruh OPD yang memiliki pelayanan dalam satu gedung,” Ungkap Tugiyono ( Sugimin/17)
