Sragen-Inspirasiline.com. Peningkatan Covid 19 di Jawa Tengah khusus nya kabupaten Sragen menjadi perhatian kita semua. Sesuai Arahan Presiden Joko Widodo pada saat Rakor Penanganan Covid 19 secara virtual (7/2/2022) ada dua hal penting terkait dengan peningkatan tersebut yaitu percepatan vaksinasi dan peningkatan protokol kesehatan dengan menggunakan masker disetiap kegiatan.
Hali itu disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid 19 di Kabupaten Sragen di Aula Sukowati Sekretariat Daerah ( Setda) Sragen Selasa (15/2/2022)
Rakor di hadiri Wakil Bupati, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah ( Sekda) Sragen, Kepala Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) dan Camat se Kabupaten Sragen
“Saat ini dengan keputusan Inmendagri Kabupaten Sragen berada di Level 2. Jika berada di level 2 berarti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap dapat dilaksanakan. Kegiatan ekonomi tidak ada kegiatan sosial tetap untuk dilaksanakan. Kita harus bisa hidup dengan covid 19. Kita sendiri yang harus memastikan semua kegiatan yang ada di masyarakat sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes)” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan

Orang Nomer 1 di Jajaran Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sragen ini mengingatkan kepada para Camat untuk memastikan data warganya yang memilih isoman dirumah agar selalu mengecek distribusi dan pengawasannya secara optimal.
“Tolong satgas jogo tonggonya diaktifkan atau satgas covid 19 paling tidak Pak RT mengetahui warga mana saja yang saat ini kondisi isoman. Sambil dites kemudian koordinasikan dengan bidan desa berkala”Ungkapnya menambahkan
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, saat ini jumlah stok vaksin dikabupaten Sragen sangat berlimpah 46 ribu dosis Pfiser untuk 46 ribu orang ditambah 6 ribu dosis Astra Zeneca untuk 6 ribu orang. Sehingga total vaksin yang ada 52 ribu dosis. Masa Expired Date (ED) nya Astra Zeneca 28 Februari dan Pfiser tanggal 2 maret.
Terkait hal tersebut Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendorong vaksinasi dalam 2 minggu ini terus dilaksanakan
“Kita harus punya strategi jangan sampai kita memusnahkan vaksin karena ada masa kadaluarsanya. Dinas Kesehatan agar mencari solusi bagaimana 52 ribu dosis vaksin sampai akhir februari habis ” Ungkapnya
Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu meminta kepada warga masyarakat untuk tidak takut divaksin. Warga diminta secara sukarela untuk datang ke tempat pusat-pusat di puskesmas atau Sentra Vaksin Sukowati Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten ( DKK) Sragen Hargiyanto dalam paparannya mengatakan kasus baru terkonfirmasi sebaran di bulan Februari ada 19 : Masaran 7 dan sragen 4.
Kasus,aktif per tanggal 15 februari Masaran 50, Tanon 39, Sragen 35, Karangmalang 27, Sukodono 21. Dengan total kasus terkonfirmasi 286 orang
Langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam upaya untuk menurunkan angka kematian salah satunya dengan mengadakan FGD DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien), pertemuan meningkatkan satgas Covid 19, serta ketersediaan Tempat Tidur (TT) isolasi, TT Isoman dan TT ICU.
“Dalam waktu dekat Pemkab Sragen akan mengirmkan logistik Covid kepada sekolah-sekolah berupa masker, hand sanitiser, dan sabun cuci tangan sebagai upaya turut mensosialisasikan protokol kesehatan disekolah”. Ungkap Hargiyanto melaporka. ( Sugimin/17)
