Tegal-Inspirasiline.com. Perlu tidaknya dicatat atau diingat kebaikan lembaga kepolisian saat ini yang sering membagi beras, tidaklah penting, yang jelas kegiatan tersebut bentuk rasa empati pihak kepoliian kepada masyarakat, saat masyarakat sedang dihadapkan dalam situasi sulit dalam memenuhi kebutuhan sehari hari akibat imbas dari kenaikan harga BBM yang dirasa sangat mencekik leher bagi maayarakat kecil.
Situasi yang demikian itulah, sangat dirasakan oleh jajaran Kepolisan Polda Jawa Tengah, ikut merasakan penderitaan masyarakat sehingga muncul rasa empati dengan diwujudkan prmbagian beras di wilayah Polres se Jateng tidak terkecuali Polresta Tegal Kota.

Pembagian bsras dilakukan Jum at 30 September 2022 yang dikemas dalam giat. ” Jum at Barokah “

Tidak tanggung- tsnggung lur, beras yang dibagikan sebanyak 2 ton, tapi beras sebanyak itu tidak sekaligus di bagi habis, namun bertahap mencari celah atau momen yang pas.
Harapan dari KapolrestaTegal AKBP Rahmad Hidayat, SS, pembagian beras tersebut sekedar membantu meringankan beban masyarakat ditengah situasi perekonomian yang mengalami inflasi (meningkatnya harga-harga secara umum) sebagai salah satu dampak adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.
Pembagianya dilaksanakan secara serentak baik oleh Polres Tegal Kota maupun oleh Polsek jajaran dengan menggandeng elemen mahasiswa dan masyarakat.
” yah hari ini polresta Tegal kembali menyalurkan bantuan sosial berupa paket beras dari Polda Jawa Tengah sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang membutuhkan dilingkungan sekitar Polres maupun yang ada disekitar Polsek jajaran Polres Tegal Kota.” Jelas Kapolres.
” Sengaja kita agendakan pada pagi ini sekaligus sebagai program Jum’at berkah, ” Katanya.
Kapolres menjelaskan, masing-masing paket bantuan sosial hanya berisikan @5 kg beras. Pihaknya berharap kepada masyarakat jangan hanya melihat dari segi isinya saja, namun hal ini wujud rasa empati dan kepedulian Polri kepada masyarakat.
” Jangan dilihat dari berapa nilainya, namun harus di lihat makna yang terkandung didalamnya.” Pungkas Rahmad Hidayat. (Biet)
