Tegal-Inspirasiline.com. Sebagai soko guru perekonomian nasional di Indonesia, kopkrasi belum mampu secara optimal bersaing dengan badan usaha lainnya, karena masih terhambat oleh SDM dan faktor permodalan. Unuk mengatasi hal itu pemerintah selalu berupaya untuk memperkuat koperasi diantanya dengan peeingkatan sumber daya manusia koperasi dan fasilitasi permodalan melallui lembaga pemerintah.
Demikan diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Tegal Rudy Hersetyawan, ST., M. Si, Ketika membuka acara Pendidikan dan pelatihan Perkoperasian KUD ‘ Karya Mina ‘ Kota Tegal, Rabu 26 Oktober 2022. Rudi mengatakan, pengembangan SDM bagi koperasi, sangat mutlak tidak bisa ditawar lagi, sebab berhasil tidaknya dalam mencapai tujuan sangat tergantung pada pengatahuan dan ketrampilan atau pengalaman lain yang mendukung faktor tersebut.

Dikatakan oleh Rudi, perhatian organiasi terhadap SDM koperasi sering dikemukakan dalam berbagai kesempatan namun masih belum maksimal seakan bahwa pendidikan dan pelatihan di nomor duakan, sehingga pada kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh KUD Karya Mina, Rudi minta supaya diikuti secara serius.
“Saya minta agar pendidikan perkoperasian ini diikuti secara serius supaya menjadi anggota koperasi yang handal, yang mampu menghadapi persoalan perkoperasian dan perubahan lingkungan yang dinamis.” Tandas Rudi Herstyawan.

Dijelasan oleh Ketua KUD Karya Mina Riswanto, Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian bagi anggota Koperasi KUD Karya Mina diikut oleh 60 orang, yang terdiri dari Pimpinan Kelompok 36 orang , pengurus 5 orang, Pengawas 3 orang dan anggota 16 orang. kegiatan yang berlangsung di aula KUD Karya Mina berlangsung dua hari Rabu dan Kamis 26,27 Oktober 2022. Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meperdalam pemahaman tentang dasar-dasar koperasi bagi anggota KUD Karya Mina sehingga nanti ketika ada estafet kepemimpinan mereka sudah memahami masalah perkoperasian.
Sebagaimana diketahui bahwa koperasi yang beranggotakan sekitar 3700 nalayan memiliki uaaha diantaranya simpan pinjam, penyaluran solar, penyewaan basket (tempat ikan) dan Dog Kapal adapun asset yang dimiliki sekitar Rp. 19 milyard. (Biet)
