Sering Memicu Kemacetan, Tahun Ini Pasar Hewan Pamotan Di Relokasi

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Pasar hewan Pamotan, Rembang, tahun ini sudah pasti akan di relokasi. Rencana tersebut saat ini terus digenjot.

Pertimbangan Pemkab  memindah pasar hewan terbesar di Rembang ini ada dua. Yakni, pasar lama di jalan Provinsi sering menjadi pemicu kemacetan terutama saat aktifitas bongkar muat hewan. Selain itu, kondisi pasar sudah tidak layak, terlalu sempit sehingga nyaris tidak mampu lagi menampung hewan.

Relokasi pasar hewan Pamotan akan menelan dana sekitar Rp 4 Miliar dari APBD II induk 2023. Luas lahan pasar baru sekitar 2,3 ha dan lokasinya tidak terlalu jauh dari pasar lama.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah  (Dindakop dan UKM) Rembang Mohammad Mahfudz mengatakan, relokasi pasar hampir pasti dilakukan tahun ini. Saat ini anggaran sudah ditetapkan di APBD II induk 2023.

”Disiapkan dana Rp 4 miliar. Sedangkan pengadaan tanah dilaksanakan 2022. Sudah terlaksana,” katanya kepada media.

Luas lahan baru nanti 2,3 hektare. Tak hanya lahan dengan anggaran tersebut nantinya juga untuk pembangunan, termasuk syarat teknisnya. Mulai dari menyusun DED perencanaan dan konsultan pengawas.

“Kalau perencanaan dan RAB sudah fix, nanti segera naik lelang. Diharapkan bulan Juni pembangunan fisik sudah bisa dimulai,” bebernya.

Mahfudz menambahkan, selama proses pembangunan nanti pasar lama tetap berfungsi seperti biasa. Setelah selesai baru pindah. Terkait lokasinya sudah ditentukan. Akan menempati lokasi sebelah timur pasar hewan yang lama.

“Kira-kira 1 kilometer nanti di selatan jalan. Pemilihan lahan ini telah melalui kajian FS (feasibility study, Red). Pertimbangan lain masih berada di jalan lintas Provinsi.  Dari pasar yang lama tidak terlalu jauh. Sehingga memudahkan bakul-bakul. Karena bakul pasar Pamotan dari berbagai daerah. Bahkan Jateng-Jabar dan Jatim,” tandasnya.

Ia pun mengklaim di lokasi pasar baru nanti fasilitas lebih lengkap. Mulai parkir. Bahkan nanti terintegrasi pasar unggas.

“Jika semua terlaksana, pasar hewan Pamotan akan bakal lebih representatif,” pungkas Mahfudz. (Yon Daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *