15 Hektar Areal Persawahan Tergenang Banjir, Petani Sukorejo Grobogan Urungkan Tanam Padi

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Hujan deras mengguyur hampir seluruh kawasan di wilayah Kecamatan Tanggungharjo dan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan, sehingga mengakibatkan areal sawah di desa Sukorejo Kecamatan Tegowanu terendam banjir, dimana kurang lebih 15 Hektar areal persawahan di kawasan 2 Dusun ini terendam banjir.

Hal ini dikarenakan hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Tanggungharjo dan Kecamatan Tegowanu sejak Kamis tanggal Jum’at 28/04/2023 pukul 16:00 wib yang terus berlanjut hingga malam hari.

15 hektar areal persawahan yang terendam banjir antara lain lahan pertanian yang ada di Desa Sukorejo yakni Dusun Ngrajekan lor dan Dusun Jetak Kebanyakan sawah yang terendam banjir merupakan area persawahan yang terdapat di dekat aliran sungai atau jalur irigasi.

Di Desa Sukorejo sendiri selain karena derasnya hujan dan luapan air sungai klitih, banjir disebabkan juga oleh kiriman air dari pegunungan Tanggungharjo. Sehingga sungai yang sudah penuh dengan air dari hulu sungai tidak bisa menampung air kiriman dari pegunungan tersebut juga karena dangkalnya sungai dan rusaknya klep pintu air sungai Klitih.

Akibatnya air menggenangi area persawahan di sekitar aliran sungai klitih Selain dikawasan 2 dusun, Banjir kiriman dari pegunungan Kecamatan Tanggungharjo juga menyebabkan banjir di areal persawahan 2 Dusun desa Sukorejo.

Banjir tersebut yang meluncur deras dari pegunungan Kecamatan Tanggungharjo, pada hari Jum’at (28/04/2023) pukul 16.00 wib, seperti mengepung kawasan 2 Dusun Desa Sukorejo Kecamatan Tegowanu di kabupaten Grobogan.

Melalui via telepon Kepada Awak Media Sriyono Kepala Desa Sukorejo menyampaikan bahwa,” Banjir tersebut yang menggenangi areal persawahan di 2 Dusun di Desa Sukorejo juga di Permukiman penduduk dan areal persawahan sudah sering terjadi.

Dikatakan oleh Sriyono ,” Untuk banjir sendiri yang menyebabkan dari intensitas curah hujan tinggi,dan pendangkalan sungai klitih karena sudah 3 tahun ini belum ada penanganan dari BBWS Pamali Juwono,” Ungkapnya.

Ditambahkan oleh Sriyono, Dari klep pintu air yg ada wilayah Dusun Ngrajekan lor rusak sehingga katup pintu air tersebut terus membuka sehingga air sungai Klitih tanpa bisa di bendung cuma mengandalkan pintu air tersebut bisa berfungsi tutup dan buka,” Terangnya.

Menurut Kepala Desa Sukorejo Sriyono, untuk kerugian tidak bisa di perhitungkan dan pada saat ini masa tanam padi yang kedua belum di mulai tanam, apa lagi baru tergenang para petani belum bisa tanam padi,” bebernya.

Kepala Desa Sukorejo Sriyono berharap ,” untuk pemerintah daerah dan terutama Balai Besar Wilayah Sungai Pamali Juwono bisa menangani dan menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat Desa Sukorejo,karena warga masyarakat desa Sukorejo perekonomiannya mengandalkan dan tergantung dari hasil pertanian tersebut,” jelasnya.

Ditegaskan oleh Sriyono kepala Desa Sukorejo,”Dari 3 tahun yang lalu BBWS Pamali Juwono telah mengeruk sungai klitih tersebut dan kini mengalami pendangkalan lagi sehingga tidak mampu menampung banyaknya air kiriman sehingga terjadi banjir, mengharap untuk BBWS Pamali Juwono maupun dinas terkait untuk merealisasi di perbaiki lagi dengan cara di keruk supaya tidak dangkal,” Pungkas Sriyono Kepala Desa Sukorejo. (jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *