Grobogan-Inspirasiline.com. Akibat talud jalan dekat rumahnya jebol, rumah Heru Setyowati (32) hampir roboh, pasalnya tanah penopang rumahnya ikut ambrol akibat talud penahan nya tergerus air sungai yang berada disebelah rumahnya sehingga pondasinya tampak menggantung.
Saat ditemui dirumahnya di RT 2 RW 22 Gempolpayung Purwodadi Grobogan, ibu dengan 3 anak ini menceriterakan hal kekawatirannya kepada Inspirasiline.com pada Senin (22/10/23).
Ia menjelaskan, ketika talud sungai disebelah rumahnya itu ambrol gara gara tergerus air sungai ia sudah merasakan kekawatirannya bahwa pondasi rumahnya akan ikut ambrol.
Kekawatiran yang dirasakan ibu tanpa suami tersebur menjadi kenyataan saat talud ambrol dan ketika hujan turun dirinya tak berani tidur dirumah sendiri. Ia dan anaknya mengungsi ke rumah orangtuanya yang berada berdekatan dengan rumahnya.
“Dengan kondisi ini, saat turun hujan saya gak berani tidur dirumah, lalu saya mengungsi ke rumah bapak” keluhnya.
Heru Setuwati juga menambahkan dengan ambrolnya talud yang mengakibatkan pondasi rumahnya ikut ambrol itu, katanya pihak BPBD Grobogan juga sudah turun tangan dengan mendata kerusakan namun hingga kini belum mendapatkan penanganan.
Pihak RT dan RW setempat juga sudah mengusahakan usulan kepada Dinas terkait namun hingga kini belum ada penanganan.
Menurut pengamatan media ini jika sebentar lagi sudah memasuki musim penghujan, dimungkinkan rumah beserta isinya akan amblas bersama air sungai.
Kepala BPBD Grobogan yang dihubungi Inspirasiline.com melalui Kabid 3, Bondan, ST menjelaskan masalah rumah terdampak bencana di Gempolpayung Purwodadi pendataannya oleh pihak BPBD tetapi urusan relokasi dan bantuan kerusakan pelaksanaannya oleh Disperakim Grobogan. “Kami hanya mendata rumah terdampak bencana termasuk rumah yang pondasinya ambrol itu , untuk pelaksanaan bantuan dan relokasi nanti Disperakiim” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Disperakim Grobogan melalui Kabid Permukiman Darlan ST MT menjelaskan pihaknya belum tahu apakah sudah ada usulan atau belum dari kasus nyaris ambrolnya rumah warga Gempolpayung itu.
“Kami belum tahu mas” ucapnya singkat.
Sebagaimana diketahui, jalan kampung Gempolpayung Purwodadi di RW 22 taludnya ambrol sekitar 12 meter gara gara tergerus air sungai, hingga mengenai tanah dan pondasi rumah milik Heru Setyowati tersebut.
Dengan kondisi ini, Heru Setyowati mengaku sering dihantui rasa kawatir sebab sewaktu waktu hujan datang, rumahnya bisa ikut roboh “Kalau ada hujan turun saya tak berani tidur dirumah ini, sebab selalu kawatir rumah roboh” ucapnya.
Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Grobogan atau Dinas terkait bisa membantu memperbaiki rumahnya yang nyaris roboh itu. (jkwi)
