Manajemen Pabrik Tas Di Rembang Akan Memberi Pesangon Pada Buruh Yang Kena PHK

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Manajemen pabrik tas PT Hengxuan Internasional di Desa Pasar Banggi Rembang akhirnya mau membayar hak-hak buruh yang diputus hubungan kerja (PHK).

Hal itu setelah berlangsung mediasi lanjutan di Kantor Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang, hari Kamis (9/11) lalu.

Kepala Bidang Hubungan Industri Dan Jaminan Sosial Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja, Teguh Maryadi menjelaskan direktur pabrik tas asal China yang hadir dalam mediasi tersebut menyanggupi pembayaran hak buruh yang di PHK sekitar 70 orang, dengan total pesangon sekitar Rp 85 Juta.

“Waktu mediasi kedua kemarin kan belum deal, lha hari ini semua sudah sepakat,” terangnya.

Teguh memperinci bagi buruh yang baru bekerja 2 bulan untuk 3 bulan masa percobaan akan menerima 1 kali gaji dan kompensasi, sekitar Rp 2,5 Juta.

Buruh dengan 3 bulan masa percobaan menerima kompensasi saja Rp 504 Ribu dan buruh dengan masa kontrak 1 tahun memperoleh pesangon dan kompensasi yang kisarannya Rp 2,5 Juta.

Menurutnya, putus kontrak merupakan kewenangan perusahaan, sehingga instansinya tidak bisa intervensi. Namun kalau ada PHK, hak-hak pekerja harus tetap dipenuhi.

“Alhamdulillah negosiasi kami membuahkan hasil. Pembayaran pesangon sudah di laksanakan Jum’at pagi (10/11) kemarin di Kantor Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja,” kata Teguh.

Teguh membenarkan, sebenarnya buruh tidak fokus pada kompensasi, melainkan tetap ingin dipekerjakan kembali di pabrik tas tersebut.

Hal itu menyulitkan, karena keputusan PHK merupakan kewenangan penuh manajemen perusahaan. Instansinya sebatas mengawal pembayaran kompensasi dan gaji korban PHK.

“Sebenarnya tuntutan buruh bukan kompensasi, namun ingin tetap bekerja di pabrik tas,” ucapnya.

Ada kemungkinan para pekerja yang terkena PHK akan menggelar aksi demo di pabrik tas, Jum’at pagi (10/11).

“Mereka tidak mau menerima dan intinya tetap mau bekerja. Hasil koordinasi saya dengan Polres Rembang, kemungkinan akan ada aksi pekerja,” beber Teguh.

Sebelumnya, pemutusan hubungan kerja di pabrik tas tidak bisa terelakkan. Masalah penurunan order disebut-sebut sebagai faktor utama.

Kondisi itu dipicu oleh imbas perekonomian dunia, akibat perang di sejumlah negara. (yon)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *