DBD Meningkat, Dinas Kesehatan Himbau Masyarakat Terapkan PSN 3M Plus

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Menyatakan Awal Tahun 2024 Ada Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kabupaten Sragen.

Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Kasus DBD hingga Senin (25/3/2024) tercatat 129 Kasus yang didominasi oleh Pasien Anak-Anak Pada Usia 5-14 Tahun.

“Untuk Kasus DBD Di Kabupaten Sragen memang mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2023. Saat ini ada 129 Pasien yang terkena DBD dan 880 Gejala Demam Dengue. Itu pun sudah ada data baru lagi yakni 4 Orang Pasien yang masih Tahap Observasi.” Ungkap Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dr. Sri Subekti Via WhatsApp.

dr.Sri Subekti Menambahkan dalam kasus DBD ini sudah ada Tiga Kasus Meninggal yang terjadi Di Bulan Januari dan Bulan Maret. Untuk Meminimalisir terjadinya kenaikan kasus aktif DBD pihaknya mengajak masyarakat melakukan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara Rutin dan Seumur Hidup.

Dikatakannya, Gerakan Melakukan PSN dilingkungan kita ini biasa disebut 3M Plus yaitu Menguras Tempat Penampungan Air, Menutup Tempat-Tempat Penampungan Air, dan Mendaur Ulang Berbagai Barang Bekas.

Yang dimaksud Poin Plus adalah Memelihara Ikan Pemakan Jentik Nyamuk, Menggunakan Anti Nyamuk, Memasang Kawat Kasa Pada Jendela dan Ventilasi, Gotong-Royong Membersihkan Lingkungan, Memeriksa Penampungan Air, Meletakkan Pakaian Bekas Dalam Wadah Tertutup, Memberikan Larvasida Pada Penampungan Air Yang Susah Dikuras dan Memperbaiki Saluran dan Talang Air Yang Tidak Lancar.

“Masyarakat perlu mengetahui jika Penggunaan Fogging sangat mencemari dan berbahaya bagi manusia. Fogging bukan pencegahan, banyak efek samping yang merugikan kesehatan baik jangka pendek maupun panjang. Bahaya peptisida termasuk Insektisida dalam penanganan DBD menimbulkan dampak Kronis bagi Tubuh Seperti Mual, Muntah, Diare dan Lainnya.” Jelas dr. Sri Subekti.

Selain itu, untuk mengetahui beberapa Gejala Demam Berdarah, dr. Sri Subekti  menekankan Masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal seperti Saat Demam Berdarah dimulai dengan demam tinggi hingga 38°C –  40°C.

Kemudian akan turun di hari ketiga, namun perlu diwaspadai bahwa hari ketiga hingga hari kelima justru merupakan masa kritis dimana kemungkinan terjadi kebocoran cairan pembuluh darah yang disertai penurunan nilai trombosit sehingga memerlukan terapi cairan dan observasi ketat.

“Apabila merasakan atau menemukan kerabat, saudara ataupun tetangga yang mengalami Gejala tersebut segera lakukan pemeriksaan ke Fasilitas Kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan Penanganan Sedini Mungkin dari Petugas Kesehatan.” Pungkasnya. ( Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *