Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
SUROTO, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Cabup Kusdinar Untung Yuni Sukowati melawan kotak kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2020, menorehkan sejarah di utara Sungai Bengawan Solo.
Ya, karena Suroto bakal menjadi wabup pertama dari wilayah utara Sungai Bengawan Solo.
Pasangan Calon (Calon) Yuni-Suroto memenangi Pilkada Sragen 2020 versi hitung cepat.

Seorang tokoh masyarakat asal Dukùh Mijahan, Desa Ngembatpadas, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen mengungkapkan, selama ini belum ada perwakilan warga utara Bengawan Solo yang berhasil menjadi Bupati atau Wakil Bupati Sragen.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Jaka Sumanta memang sempat meramaikan konstelasi politik Pilkada Sragen 2015. Namun, dari empat pasangan calon yang meramaikan Pilkada 2015 itu, perolehan suara Jaka Sumanta yang berpasangan dengan Surojogo hanya menjadi juru kunci.
Perolehan suara Jaka Sumanta-Surojogo berada jauh di bawah pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno, Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto, dan Sugiyamto-Joko Saptono.
“Iya, benar saya jadi orang pertama sebagai Wabup Sragen asal utara Sungai Bengawan Solo. Mudah-mudahan bisa menularkan virus semangat untuk anak cucu kita dan handarbeni (merasa ikut memiliki -red) Sragen,” ujar Suroto melalui ponselnya, Jumat (11/12/2020).
Suroto memasang target perolehan suara cukup tinggi untuk wilayah utara Sungai Bengawan Solo. Bila Tim Pemenangan Yuni-Suroto memasang target 80 persen pada 20 kecamatan yang ada di Bumi Sukowati, Suroto memasang target 85 persen untuk wilayah utara Bengawan Solo.
Suroto mengklaim, target perolehan suara 85 persen itu bisa tercapai dari utara Sungai Bengawan Solo. Wilayah itu meliputi Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan, dan Jenar (Singensumunar) serta Tanon, Sumberlawang, Miri, Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh.
Berdasar hitung cepat Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sragen, Paslon Yuni-Suroto meraih 87,7 persen suara di Tanon. 82,1persen di Tangen, 87,4 persen di Sumberlawang, 86,9 persen di Sukodono, 90,03 persen di Plupuh.
Selanjutnya, 86,5 persen di Gemolong, 83,9 persen di Gesi, 81,3 persen di Jenar, 86 persen di Kalijambe, dan 87,4 persen di Miri.
Keterpilihan Suroto yang mewakili warga utara Bengawan Solo, diharapkan bisa mengurangi kesenjangan pembangunan daerah Kabupaten Sragen.
Selama ini, muncul kesan bila pembangunan fisik lebih banyak dinikmati warga di selatan Sungai Bengawan Solo.***
