Dengan DBHCHT, BLK Grobogan Cetak Tenaga Terampil Siap Kerja

NEWS

Grobogan-Inspirasiine.com. Tenaga kerja merupakan aspek manusia yang bekerja yang menghasilkan produk baik barang ataupun jasa. Baik tenaga kerja yang bekerja di sektor pemerintah maupun di sektor swasta. Sudah barang tentu memerlukan pengetahuan dan ketrampilan untuk menunjang produktifitasnya.

Bicara tentang produktivitas pada tenaga kerja, maka ada dua hal yang sangat berpengaruh yakni faktor capacity dan environment (lingkungan).

Agus Susanto SKom,MM (Kepala BLK Grobogan)

Capasitas seorang tenaga kerja bergantung kepada sejauh mana tingkat pengetahuan dan ketrampilannya baik melalui belajar sendiri ataupun melalui pendidikan dan pelatihan atau kursus.

Balai Latihan Kerja (BLK) saat ini menjadi sebuah alternatif bagi tenaga kerja untuk memiliki tingkat pengetahuan dan ketrampilan di bidangnya dalam rangka menunjang peningkatan produktifitas tenaga kerja tersebut.

Sebagaimana yang ada di BLK Purwodadi Grobogan Jawa Tengah, beralamat di Jl. Gajahmada (depan terminal bus ) Purwodadi Grobogan yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Grobogan. Lembaga ini setiap tahunnya melatih dan mencetak tenaga tenaga kerja di bidangnya.

Peserta latih servis sepeda motor BLK Grobogan

Kepala BLK Kabupaten Grobogan, Agus Susanto, SKom.,MM kepada media Inspirasiline.com mengatakan setiap tahun lembaga yang dipimpinnya selalu melakukan pelatihan ketrampilan yang diperlukan untuk menunjang perekonomian masyarakat. “Dengan dana yang berasal dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) kami melatih warga masyarakat agar mereka memiliki ketrampilan khusus guna menunjang perekonomian mereka” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (5/7/2025).

Agus menjelaskan dana yang berasal dari DBHCHT 2025 ini dikhususkan untuk mendanai pelatihan bagi warga Kabupaten Grobogan dan untuk Dana APBN digunakan untuk mendanai pelatihan yang bersifat lintas Kabupaten dan Provinsi, dengan kata lain peserta nya bisa se Indonesia.

Adapun pelatihan yang diselenggarakan BLK Grobogan saat ini adalah menjahit pakaian, Service AC, Service Sepeda Motor, tata Rias, dan pembuatan Roti & Kue.

Setiap.jenis ketrampilan diikuti 16 orang peserta didik, jadi total peerta keseluruhan ada 80 orang yang semuanya diasramakan di balai tersebut.

Ditambahkan, dana dari cukai tembakau tersebut dialokasikan untuk 4 tahap pelatihan dan setiap tahap ada 5 paket dengan 16 orang peserta per paket.

” Kami mengikuti standard ILO dimana 1 orang instruktur hanya melatih maksimal 16 orang” ucap Agus yang sudah sejak 2009 bekerja di BLK Kab. Grobogan.

Pelatihan di tahap 1 yang memuat 5 paket pelatiihan sudah selesai bulan lalu dan saat ini tengah memasuki tahap 2.
Selain peserta didik yang normal secara fisik, BLK Grobogan juga melatih ketrampilan bagi warga difabel (cacat fisik).

Ketika media Inspirasiline.com bertandang, BLK Grobogan tengah melatih servise sepeda motor dengan jumlah peserta didik 16 orang warga Kabupaten Grobogan. Dengan sabar instruktur servis sepeda motor membimbing dan mengajarinya. Tampak sebanyak 16 peserta latih mengikuti kursus pelatihan dengan seksama menurut perintah instruktur tekniknya.

Demikian juga untuk pelatihan menjahit, tata rias, servise ac semua peserta mengikuti dengan cermat. Agus mengatakan usai kursus, para peserta latih memperoleh sertifikat ketrampilan.

Salah satu peserta latih servise sepeda motor mengaku senang bisa ikut kursus di BLK Grobogan sebab dengan ketrampilannya itu nanti akan dipakai sebagai modal menjadi bengkel mandiri. ” Setelah kursus ini, insyaallah saya akan membuka bengkel sepeda motor mandiri demi menopang ekonomi keluarga” ungkapnya didampingi instruktur Maulana Yusuf.

Sementara itu terkait peserta latih yang bisa masuk di BLK Grobogan, Anggara Chandra salah satu instruktur mengatakan untuk menjadi pesetta latih ini, calon peserta diseleksi lebih dulu. Seleksi tersebut dilakukan karena adanya keterbatasan dana yang tersedia.

Keterbatasan pasti selalu ada. Kini BLK Grobogan mengalami kemajuan yang sangat pesat, disamping memiliki 25 orang staf termasik instruktur, juga infrastruktur yang cukup representatif diantaranya gedung aula, asrama, ruang komputer dengan 3 lantai termasuk ruang pelatihan untuk magang Jepang.

Keberadaan BLK Grobogan sangatlah penting bagi warga Grobogan dalam rangka meningkatkan ketrampilan masyarakat yang pada ujugnya memicu peningkatan perekonomian masyarakat. (jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *