Sragen-Inspirasiline.com. Momentum Hari Kartini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas, meluncurkan Gerakan Detox Media Sosial Sebagai Pilot Project Di Balai Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Selasa (21/4/2026).
Program tersebut diinisiasi untuk mendorong keluarga lebih bijak memanfaatkan gawai, mengurangi dampak negatif media sosial, serta memperkuat kesehatan mental dan interaksi dalam keluarga.
Linda menyampaikan, semangat perjuangan Kartini harus diwujudkan melalui nilai kesetaraan, pendidikan, dan kebermanfaatan, khususnya dalam peran perempuan di keluarga dan masyarakat. Dari nilai tersebut, ia menekankan pentingnya membangun keluarga yang sehat, termasuk dalam menyikapi penggunaan media sosial.
“Perempuan harus mampu memberi manfaat bagi sesamanya, dimulai dari keluarga. Salah satunya dengan mendampingi anak agar bijak dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gerakan detox medsos menjadi langkah konkret yang dimulai dari keluarga, sekaligus memperkuat pengawasan agar anak terhindar dari dampak negatif, baik sebagai korban maupun pelaku.
“Mulai dari diri sendiri, luangkan satu hari tanpa media sosial untuk aktivitas produktif dan komunikasi keluarga. Dari Ngebung kita mulai, lalu kita evaluasi dan replikasi,” imbuhnya.
Secara terpisah, TP PKK Kabupaten Sragen juga meluncurkan program “Tawa Pak Juber (Tanam, Rawat, Panen, Maju Bersama)” yang merupakan inisiatif ketahanan pangan berbasis masyarakat di Sragen yang melibatkan PKK, posyandu, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan keluarga miskin melalui penanaman komoditas pengontrol inflasi seperti cabai, tomat, dan terong.
Program ini dirancang berkelanjutan dengan sebagian hasil panen dikelola sebagai kelompok kas untuk penanaman berikutnya, sehingga mendorong kemandirian tanpa ketergantungan bantuan. Hasil panen juga terintegrasi dengan SPPG sebagai pihak penyerap, didukung sistem pendataan berbasis teknologi untuk memetakan lokasi, komoditas, dan waktu panen.
“Dari posyandu kita menggarap pemanfaatan pekarangan keluarga agar memberi nilai ekonomi dan mendukung ketersediaan pangan rumah tangga,” kata Linda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sragen, Yohanes Agus Sudarmanto, menyampaikan serangkaian peringatan Hari Kartini juga diisi kegiatan sosial, seperti pembagian 100 paket sembako, 10 paket bantuan genting senilai Rp1,35 juta, serta 250–300 bibit sayuran per posyandu untuk (KWT) Desa Ngebung.
“Kami berharap rangkaian peringatan Hari Kartini ini memberi dampak nyata, baik dalam penguatan ketahanan keluarga menghadapi media sosial maupun peningkatan gizi dan ketahanan pangan masyarakat,” tandasnya. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
