MAN 2 Kudus, Cetak Lulusan Berprestasi Dunia

ENTERTAINMENT

Kudus-Inspirasiline.com. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus membuka kelas internasional,  International Achievement Class (IAC). Program ini menjadi terobosan baru madrasah dalam mempersiapkan siswa menghadapi persaingan global, tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keislaman.Kelas ini dibentuk dengan semangat Global Excellence with Islamic Values. Artinya, siswa didorong memiliki wawasan dan kemampuan internasional, namun tetap terjaga dalam akhlak mulia.

International Achiever Class (IAC) Science Boarding di MAN 2 Kudus merupakan pusat keunggulan global dengan fasilitas modern untuk mendukung kurikulum nasional dan internasional. Fasilitas ini mencakup ruang kelas khusus, laboratorium terpadu, dan area asrama, dengan kegiatan belajar sering berpusat di Gedung Olimpiade Sains Terpadu (OST) lantai 4.

IAC menekankan kemampuan conversation IELTS, critical thinking, Inquiry Based Learning (IBL), dan Project Based Learning (PBL). Dimana mempersiapkan peserta untuk melanjutkan studi ke universitas internasional atau program IUP (International Undergraduate Program) di dalam negeri.

Berbeda dengan kelas reguler, IAC menggunakan sistem bilingual dengan penguatan empat Bahasa. Yakni Indonesia, Inggris, Arab, dan satu bahasa asing lain sebagai pengayaan. Kelas ini juga membatasi jumlah siswa maksimal 25 orang sesuai standar internasional. Tahun ajaran pertama, sebanyak 23 siswa telah bergabung.

IAC juga  menerapkan sistem percepatan. Materi tiga tahun dipadatkan menjadi dua tahun. Dengan demikian, pada tahun ke tiga siswa sudah bisa fokus mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Inovasi Kurikulum

 IAC menghadirkan model kelas internasional yang sesuai dengan karakter madrasah. Sebuah inovasi kurikulum, agar MAN 2 Kudus tidak hanya unggul di dalam negeri, tapi juga diakui dunia. Selama ini, MAN 2 Kudus sudah beberapa kali melahirkan lulusan yang diterima di kampus luar negeri. Tahun lalu, tercatat ada empat siswa yang melanjutkan studi internasional, tiga di Universitas Al-Azhar Mesir dan satu di Tiongkok.

IAC diampu oleh pengajar terpilih dan bekerjasama dengan mitra internasional seperti British Council. Diharapkan menjadi pintu lahirnya generasi unggul yang tak hanya sukses secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami.

Ali Musyafak, S.Ag., M.Pd.I. kepala MAN 2 Kudus berharap peserta didik telah siap sejak dini. Sehingga setelah lulus, sudah terbiasa dengan standar internasional, bahkan siap ikut seleksi beasiswa luar negeri.

MAN 2 Kudus memiliki 2 (dua) program keunggulan. Yakni Program Akademik (International Achiever Class Science Boarding, BCS Sains Boarding, BCS Sains Non Boarding, BCS Tahfidz Sains Boarding, BCS Tahfidz Sains Sosial Boarding dan  BCS Sosial Non Boarding ) serta Keunggulan Madrasah (Sukses Masuk Perguruan Tinggi (SUKMAPETI), Keunggulan Matematika dan IPA dan Keunggulan IPS). (ind)

Bangun Generasi Literat dan Inspiratif

Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional tahun 2026, MAN 2 Kudus menggelar serangkaian kegiatan literasi inspiratif.  Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan murid kelas X dan XI.

Dengan mengusung tema “Menghidupkan Kata, Mewujudkan Karya,” gelaran ini menghadirkan kegiatan literasi interaktif. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan   launching buku “Melangkah Bersama Mahallul Qiyam” dengan Ali Musyafak, sebagai inspirator.

Menteri Agama menyerahkan penghargaan kepada MAN 2 Kudus

Beberapa kegiatan yang digelar adalah  Human Library, Speed Read and Speak, serta Writing on The Wall. Pada sesi Human Library, peserta didik diajak berdialog langsung dengan alumni madrasah sebagai “buku hidup.” Mereka membagikan pengalaman, perjuangan, dan inspirasi kehidupannya.

Sementara dalam kegiatan Speed Read and Speak, peserta didik diberikan waktu membaca satu bab buku pilihan, sebelum mempresentasikan inti bacaan di depan forum. Sedangkan sesi Writing on The Wall menjadi ruang bagi peserta didik untuk menuliskan kutipan paling membekas dari buku yang pernah mereka baca.

Ali Musyafak menegaskan bahwa buku adalah jendela dunia, namun literasi adalah kuncinya. Tanpa kemampuan literasi yang baik, jendela itu akan tetap tertutup meski kita berdiri tepat di depannya. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan mampu berkarya di tengah perkembangan zaman.”

Masa depan, lanjutnya,  tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu. Namun  kepada mereka yang membaca garis takdirnya dengan ilmu. Jadikan buku sebagai sahabat setia di kala sepi, dan jadikan literasi sebagai kompas di tengah ketidakpastian,” lanjutnya.

Penerima penghargaan “Abdi Nagari Award 2026,” kategori Tokoh Inovator Pendidikan dan Penggerak Kelas Internasional, dari Jawa Pos Radar Kudus ini berharap budaya literasi tidak hanya berhenti pada kebiasaan membaca. Namun juga mampu melahirkan generasi yang aktif berdiskusi, menulis, serta menghasilkan karya yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat. (ind)

Menjadi Bagian dari MAN- PUN

MAN 2 Kudus untuk pertama kalinya resmi menjadi bagian dari Seleksi Nasional Murid Baru kategori Madrasah Program Unggulan Nasional (MAN-PUN) pada tahun 2026. Di tahun perdana keikutsertaannya ini, antusiasme masyarakat begitu tinggi. Total pendaftar mencapai 1.061 siswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Seleksi tahun ini dibuka melalui dua jalur, yakni jalur prestasi dan jalur tes. Tingginya angka pendaftar menunjukkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah yang terus meningkat. Serta semakin memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dan pembentukan karakter.Madrasah tidak lagi menjadi alternatif, melainkan telah menjadi pilihan utama masyarakat.

Ali Musyafak menegaskan bahwa keterlibatan madrasahnya dalam seleksi nasional ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.“Keikutsertaan MAN 2 Kudus dalam program MAN-PUN 2026 adalah langkah strategis untuk menghadirkan sistem seleksi yang profesional, transparan, dan berintegritas. Kami ingin memastikan bahwa peserta didik yang diterima benar-benar memiliki potensi akademik unggul sekaligus karakter yang kuat. Ini adalah kontribusi nyata kami dalam menyukseskan Seleksi Nasional Murid Baru Madrasah,” ujar Ali Musyafak.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *