Sragen-Inspirasiline.com. Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen menggelar Sosialisasi Pengolahan Sampah Keluarga yang diikuti Ketua Pokja III Tingkat Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Sragen, kader Posyandu, serta Pengurus Bank sampah di Aula Gedung SIKK, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pokja III TP PKK Kabupaten Sragen ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah Rumah Tangga secara ramah lingkungan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Sragen sekaligus Narasumber Utama, Ny. Linda Sigit Pamungkas. Turut menjadi Narasumber yakni Perwakilan Balai Rakyat Nusantara (BRAN) Warsono, Pendamping Desa Tingkat Kabupaten Juanda, serta Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen Tri Handayani. Acara dimoderatori Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Umi Muh Yulianto.
Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Sragen, Agus Wiyono, dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari Program Kerja TP PKK Kabupaten Sragen Tahun 2026.
“Tujuan kegiatan ini agar para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan, menciptakan lingkungan yang sehat, mendorong praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mendukung program keberlanjutan,” jelasnya.

Selain itu, para peserta diharapkan dapat menyosialisasikan materi yang diperoleh secara berjenjang hingga ke Tingkat Masyarakat sehingga pengelolaan sampah menjadi kebiasaan sehari-hari. Upaya tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memilah, mengurangi, dan mengolah sampah sejak dari sumbernya sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.
Sebanyak 96 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari unsur TP PKK Kecamatan, pengurus bank sampah, kader Posyandu, serta Anggota Pokja III dari seluruh Wilayah Kabupaten Sragen.
Usai acara, Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, mengatakan sosialisasi kali ini menitikberatkan pada pemanfaatan dua jenis limbah rumah tangga yang selama ini sering terabaikan, yakni minyak jelantah dan sampah organik.
“Jadi hari ini kita sosialisasi pemanfaatan limbah. Ada dua titik tekannya, yang pertama jelantah dan yang kedua sampah organik. Yang kita hadirkan ada teman-teman bank sampah, Posyandu, dan PKK Pokja III. Tiga elemen ini yang betul-betul berkegiatan di masyarakat dan melaksanakan ekonomi sirkular secara nyata,” ujarnya.
Linda berharap pengelolaan limbah dapat dimulai dari Rumah Tangga sehingga seluruh sisa sampah yang dihasilkan dapat diolah dengan baik dan tidak berakhir menjadi pencemar lingkungan.
Menurutnya, program tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh Desa dan Kelurahan melalui kolaborasi antara PKK, Posyandu, dan Bank Sampah. Minyak jelantah yang sebelumnya dibuang begitu saja akan dikumpulkan melalui sistem pengelolaan di Tingkat Desa hingga Kecamatan.
“Kami ingin semua elemen masyarakat berkegiatan bersama. Dengan bekerja sama antara PKK, Posyandu, dan Bank Sampah, harapannya program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam sesi materi, Warsono dari Balai Rakyat Nusantara (BRAN) menjelaskan pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara profesional dan ramah lingkungan. Menurutnya, pengelolaan yang tepat dapat mencegah pencemaran Tanah, Air, Dan Saluran Pembuangan sekaligus menghindari penyalahgunaan minyak jelantah untuk konsumsi ulang yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Selain itu, pengumpulan minyak jelantah juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dibeli dengan harga kompetitif dan dimanfaatkan sebagai bahan baku energi terbarukan seperti biodiesel dan produk oleokimia yang mendukung pengurangan emisi karbon.
Sementara itu, Pendamping Desa Tingkat Kabupaten, Juanda, memaparkan peluang pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar alternatif. Ia menilai program tersebut dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.
“Melalui pemberdayaan Anggota PKK hingga Tingkat Desa, program ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan dijalankan secara sukarela oleh Kader PKK dan ditularkan kepada kaum ibu hingga Tingkat Desa. Selain rumah tangga, sasaran program juga mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghasilkan minyak jelantah dalam aktivitas usahanya.
Adapun Tri Handayani dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen memberikan materi mengenai administrasi Bank Sampah, pengelolaan sampah keluarga, serta praktik pembuatan kompos skala rumah tangga. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Wilayah masing-masing.
Melalui sosialisasi ini, TP PKK Kabupaten Sragen berharap budaya pengelolaan sampah dari sumbernya dapat semakin berkembang di tengah masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
