DWP Brebes Asah Kreativitas Zero Waste, Olahan Ikan Tongkol Disulap Jadi Produk Bernilai Jual

NEWS

Brebes-Inspirasiline.com. Semangat pemberdayaan ekonomi keluarga terus digelorakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Brebes. Melalui Pelatihan Keterampilan Kreasi Olahan Pangan Zero Waste Menambah Nilai Jual Bisnis, para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) diajak mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi di Pendopo Brebes, Selasa (7/7/2026).

Pelatihan yang diikuti anggota DWP dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes tersebut menghadirkan Chef asal Tegal, Miskul Chitam, sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, peserta mempraktikkan pengolahan daging ikan tongkol menjadi dua produk unggulan, yakni Sambal Tabur Ikan Tongkol dan Sambal Basah Ikan Tongkol (Chili Oil).

Ketua DWP Kabupaten Brebes, Irma Nurhayati MPd mengatakan, DWP memiliki komitmen untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga melalui peningkatan keterampilan anggotanya.

Menurutnya, saat ini masyarakat tidak hanya dituntut mampu menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi, tetapi juga harus bijak dalam mengelola bahan pangan agar lebih ramah lingkungan melalui konsep zero waste.

“Konsep zero waste dalam pengolahan pangan bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi bagaimana kita mampu menyulap sisa atau limbah bahan baku yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk olahan baru yang memiliki cita rasa tinggi sekaligus bernilai jual. Hal ini sejalan dengan tren pasar yang semakin mengapresiasi produk berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu menggali kreativitas dan keterampilan para anggota DWP dalam menerapkan zero waste cooking, sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang diperagakan oleh Chef Miskul. Dengan sigap mereka mengolah daging ikan tongkol menggunakan racikan bumbu aromatik seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun jeruk hingga menghasilkan sambal dengan cita rasa khas.

Hasil olahan kemudian dikemas secara menarik menggunakan wadah thinwall lengkap dengan tutup dan stiker, sehingga tampil layaknya produk siap edar. Para peserta juga ditantang menciptakan nama merek dagang untuk produk sambal buatan mereka sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai jual.

Selain dapat menjadi alternatif menu sehat bagi keluarga, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi anggota DWP yang ingin merintis usaha kuliner berbasis produk olahan pangan yang kreatif, ramah lingkungan, dan memiliki daya saing di pasaran.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan live cooking dari Chef Miskul Chitam yang memperagakan pembuatan menu Ayam Saus Telur Asin, sekaligus memberikan inspirasi tambahan bagi para peserta untuk terus berinovasi dalam mengembangkan usaha kuliner berbasis olahan pangan. (Wantoro)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *