Menapak Jejak Purba, Ribuan Pelari Taklukkan Lintasan Sangiran Berlari 2026

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Sekitar 3.000 Pelari dari 35 komunitas lari se-Jawa memadati kawasan Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Minggu (12/7/2026), dalam ajang Sangiran Berlari 2026. Menghadirkan nomor 5 kilometer dan 10 kilometer, memulai lomba dari Terminal Krikilan dan finis di Museum Krikilan setelah melintasi Empat Desa Di Dua Kecamatan dengan karakter perbukitan khas kawasan purba.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sragen, I Yusep Wahyudi mengatakan, Sangiran Berlari dirancang untuk memperkenalkan kawasan warisan dunia melalui pengalaman yang berbeda. Peserta tidak hanya menikmati lintasan lintasan, tetapi juga diajak mengenal kekayaan sejarah Sangiran yang menyimpan jejak kehidupan jutaan tahun lalu.

“Lintasan Sangiran punya karakter yang unik. Kontur naik-turun memberi tantangan tersendiri sekaligus menghadirkan pengalaman berlari di kawasan warisan dunia. Itu yang ingin kami tawarkan sehingga orang datang bukan hanya mengejar finis, tapi juga menikmati Sangiran sebagai destinasi,” ujarnya.

Yusep menjelaskan, penyelenggaraan Sangiran Berlari tidak dipungut biaya. Pendaftaran dilakukan melalui sistem tiket perang dengan total hadiah Rp30 juta. Tingginya minat peserta membuat seluruh kuota habis dalam waktu singkat.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pesertanya datang dari berbagai daerah. Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi desa wisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus bisa menjadi agenda tahunan yang semakin besar setiap tahunnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menilai Sangiran merupakan lokasi yang tepat untuk penyelenggaraan event olahraga karena memiliki makna yang jauh melampaui sebuah kawasan wisata. Sangiran adalah warisan dunia yang merekam perjalanan panjang evolusi manusia dan menjadi identitas yang patut dibanggakan Kabupaten Sragen.

Ia mengajak peserta menikmati Sangiran bukan hanya sebagai lokasi lomba, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenang perjalanan panjang peradaban manusia yang menjadi kebanggaan dunia.

“Sangiran menyimpan jejak flora, fauna, dan manusia purba yang berkembang hingga membentuk peradaban. Kita patut berbangga bisa berada di kawasan warisan dunia ini. Oleh karena itu, nikmatilah lari ini sebagai bagian dari wisata, rasakan kebahagiaannya, dan jadikan momen ini untuk mempererat silaturahmi dengan sesama peserta,” ujar Sigit Pamungkas.

Keseruan Sangiran Berlari turut dirasakan para peserta. Anisa Yuni Muktiarsih, warga Kecamatan Sragen, mengungkapkan Sangiran Berlari menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang lari. Ia mengaku tertarik karena rute yang ditawarkan berbeda dari biasanya dan telah menyiapkan diri sejak beberapa hari sebelum acara.

“Pengin ikut meramaikan aja, tapi tiket perang-nya susah sekali. Meski tadi lebih banyak jalan, tetap senang bisa sampai finis. Tahun depan pengin ikut lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Kesan serupa disampaikan Mutiara, peserta asal Kecamatan Kedawung. Menurutnya, suasana yang meriah dipadukan dengan panorama khas Sangiran membuat pengalaman berlari terasa menyenangkan dan berkesan.

“Terima kasih banyak sudah menghadirkan acara seperti ini. Semoga jadi agenda tahunan, ke depannya makin bagus, makin meriah, dan makin banyak pesertanya,” tuturnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *