Sragen-Inspirasiline.Com. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat dihadirkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera melalui sistem penjangkauan langsung, sehingga program benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Selasa (14/7/2026), yang menandai dimulainya Tahun Ajaran baru di gedung permanen Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, adanya penjangkauan. Jangan sampai ada yang membayar karena seluruh pembiayaan ditanggung Negara. Sekolah ini dihadirkan untuk keluarga yang paling membutuhkan sebagai ikhtiar memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi agar setiap siswa dapat berkembang secara optimal.
Pemerintah, lanjutnya, terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi sejak 2025. Sebanyak 93 gedung permanen telah mencapai progres pembangunan 70–100 persen, sementara 11 titik masih dalam proses lelang ulang. Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan penambahan 100 titik pembangunan lagi.
“Tahun depan kami menargetkan sudah ada 200 gedung permanen Sekolah Rakyat. Kapasitasnya juga akan ditingkatkan dari sekitar 1.000 menjadi 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Tahun ini 19 gedung permanen siap digunakan untuk MPLS, lebih dari 60 menyusul akhir Juli, dan sisanya pada September,” katanya.
Mensos turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sragen yang dinilai sigap menyiapkan lahan sehingga menjadi salah satu daerah pertama yang dapat memulai pembelajaran di gedung permanen, meski sebelumnya termasuk daerah terakhir yang menjalankan Sekolah Rakyat rintisan.
“Manfaatkan fasilitas yang luar biasa ini sebaik-baiknya. Sekolah ini dibangun dari uang rakyat untuk menyiapkan masa depan anak-anak dari keluarga pra sejahtera,” pesannya.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga pra sejahtera. Pada Tahap Rintisan, Sekolah Rakyat Sragen membuka masing-masing satu rombongan belajar (rombel) jenjang SMP dan SMA dengan kapasitas 25 siswa.
Mulai Tahun Ajaran ini, pembelajaran berlangsung di gedung permanen dengan kapasitas lebih besar, yakni satu rombel jenjang SD serta masing-masing tiga rombel untuk jenjang SMP dan SMA.
Menurut Sigit Pamungkas, penerimaan peserta didik jenjang SD masih menjadi tantangan karena baru terisi 10 siswa. Pemkab Sragen bersama pendamping sosial akan terus melakukan pendataan dan pendekatan kepada keluarga yang memenuhi kriteria agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
“Kami siap memenuhi kebutuhan yang masih diperlukan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Sragen berjalan optimal. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi-generasi hebat yang kelak menjadi kebanggaan daerah dan bangsa,” ujar Sigit Pamungkas.
Harapan besar juga datang dari para orang tua siswa. Murni, warga Desa Genengduwur, Kecamatan Gemolong, bersyukur putrinya, Septiana Selfi Safira, diterima di Sekolah Rakyat. Septiana dikenal sebagai siswi berprestasi yang kerap meraih peringkat pertama di Sekolah dan bercita-cita menjadi guru matematika. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga sempat membuat Murni khawatir tidak mampu mewujudkan impian sang putri.
“Untuk makan saja kami masih kesulitan karena saya tidak bisa bekerja. Alhamdulillah sekarang anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Semoga anak saya dididik menjadi pribadi yang rajin beribadah, jujur, berbakti kepada orang tua, serta kelak berguna bagi nusa, bangsa, dan agama,” tuturnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
