UNDIP Perkuat Jejaring Internasional di China, Bidik Kolaborasi AI dan Robotika

NEWS

SEMARANG (inspirasiline.com) – Universitas Diponegoro (UNDIP) memperluas jejaring kerja sama internasional dengan institusi pendidikan di Provinsi Guangdong, China. Penguatan kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan pendidikan vokasi, kecerdasan buatan (AI), robotika, teknologi digital, hingga keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri.

Langkah tersebut ditandai dengan keikutsertaan UNDIP dalam Guangdong–Indonesia Higher Vocational Education Exchange Seminar di Guangdong, China, Senin (7/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, UNDIP menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Guangdong Food and Drug Vocational College sebagai langkah awal membangun kerja sama pendidikan antara kedua institusi.

Delegasi UNDIP dipimpin Rektor Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., didampingi Dekan Fakultas Teknik Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., serta Direktur Inovasi dan Kerja Sama drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.

MoU ditandatangani Prof. Suharnomo bersama Deputy Director Prof. Hou Song. Penandatanganan tersebut disaksikan President of the Guangdong Education Association of International Exchange (GDEAIE) sekaligus President of Guangzhou Huashang Vocational College, Prof. Lu Kunjian.

UNDIP Bidik Penguatan AI dan Robotika

Selain penandatanganan MoU, UNDIP menjajaki peluang kolaborasi dengan pusat artificial intelligence (AI) dan robotika di School of Digital Business, Guangzhou City Polytechnic.

Kolaborasi di bidang tersebut dinilai strategis seiring semakin besarnya kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknologi digital.

Rektor UNDIP Prof. Suharnomo mengatakan pengembangan AI, robotika, dan teknologi digital menjadi salah satu bidang yang perlu diperkuat melalui kerja sama internasional.

“Kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kekuatan akademik UNDIP dengan perkembangan teknologi dan industri,” ujar Suharnomo.

Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan ekosistem industri di China dapat membuka akses lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti UNDIP untuk mengenal perkembangan teknologi terkini.

“Harapannya, mahasiswa dan peneliti UNDIP memperoleh akses pada ekosistem teknologi yang maju, sementara hasil pendidikan dan riset yang dikembangkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Kerja Sama Mencakup Mobilitas Mahasiswa hingga Industri

Dalam pertemuan tersebut, GDEAIE menyampaikan ketertarikannya membangun kolaborasi dengan UNDIP sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Ruang lingkup kerja sama yang dibahas cukup luas, antara lain mobilitas mahasiswa Guangdong–Indonesia, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan hubungan pendidikan vokasi dengan industri.

Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi AI, pangan, kesehatan, digitalisasi teknologi pertanian, dan industri kreatif.

UNDIP menyambut peluang tersebut dengan membuka kemungkinan pengembangan kerja sama yang menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, dan kebutuhan industri.

Potensi kolaborasi dinilai semakin besar karena Jawa Tengah kini memiliki sejumlah kawasan industri yang berkembang, salah satunya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menjadi lokasi investasi berbagai perusahaan internasional, termasuk perusahaan asal China.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memperkuat hubungan antara pengembangan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri yang berkembang di Indonesia.

Gagasan Cluster Universitas dan Industri

Kegiatan Guangdong–Indonesia Higher Vocational Education Exchange Seminar difasilitasi oleh CUCAS (China’s University and College Admission System).

Dalam forum tersebut, CEO CUCAS Indonesia, Mr. Zhou Dong, mendorong pembentukan cluster kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Gagasan tersebut diarahkan agar sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dapat membangun kerja sama dengan sektor industri yang spesifik. Dengan begitu, hubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja atau link and match dapat diperkuat.

Sejalan dengan gagasan tersebut, UNDIP juga berencana membuka Mandarin Center.

UNDIP menjajaki kerja sama dengan CUCAS untuk mempersiapkan mahasiswa dengan kompetensi bahasa dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri China yang berkembang di Indonesia.

UNDIP Kunjungi Pusat AI dan Robotika di Guangzhou

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan delegasi UNDIP ke pusat AI dan robotika serta School of Digital Business di Guangzhou City Polytechnic.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan program konkret antara UNDIP dan mitra pendidikan di Guangdong.

Kerja sama ke depan diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepahaman, tetapi berkembang menjadi program nyata dalam bidang pendidikan, teknologi, inovasi, mobilitas mahasiswa, serta kolaborasi universitas dan industri.

Bagi UNDIP, penguatan jejaring dengan institusi pendidikan di Guangdong menjadi bagian dari strategi internasionalisasi sekaligus upaya menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global. (*)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *