Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen menggelar agenda reorganisasi kepengurusan melalui Musyawarah Daerah (Musda) X.

Dalam situasi pandemi, MUI pun diminta menjadi pelopor untuk mengajak umat menaati protokol kesehatan (prokes) demi terhindar dari penyebaran Covid-19.
Ajakan itu dilontarkan Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musda X MUI Sragen di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen, Sabtu (8/7/2021).
“Sebagai contoh di India. Ada 3.000 lebih warga satu hari meninggal karena Covid-19. Karena itu, kami berharap MUI harus jadi pelopor prokes agar umat tidak terkonfirmasi (Covid-19),” ungkapnya.
Selain itu, KH Ahmad Daroji mengajak semua umat dan MUI bersama-sama menaati anjuran pemerintah untuk tidak mudik pada Lebaran kali ini.
Menurutnya, MUI dan ulama memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan serta kemaslahatan umat.
“Apa yang menjadi program pemerintah ya jadi program MUI juga. Makanya MUI harus sejalan dan mendukung,” tandasnya.
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sragen Tatag Prabawanto dalam sambutannya menyampaikan, MUI dan ulama memiliki peran penting, baik sebagai pelayan umat maupun mitra pemerintah.
Keberadaan ulama sangat krusial dalam upaya merekatkan dan menjaga kesatuan umat. Termasuk dalam situasi pandemi ini.
Tatag Prabawanto berharap, MUI bisa seiring-sejalan dengan pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19.
Dalam kesempatan itu, Tatag Prabawanto juga mengingatkan pelaksanaan ritual ibadah di Bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti tetap dijalankan dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan.
“Harapan kami, MUI ikut memberi pemahaman ke masyarakat. Selain itu, di tengah terbukanya arus informasi, MUI bisa membantu menghadapi hoaks yang berpotensi memecah belah kesatuan, menekan narkoba, kenakalan remaja, pernikahan dini, dan lainnya,” tutur Tatag Prabawanto.
Wakil Sekretaris MUI Kabupaten Sragen Nurwafi Hamdan menyampaikan, Musda X ini digelar sebagai agenda rutin lima tahunan MUI. Musda digelar untuk memilih kepengurusan baru yang akan menggawangi MUI Sragen periode lima tahun ke depan.
Selain memilih kepengurusan, juga disampaikan laporan pertanggungjawaban dari kepengurusan lama.
“Teknis pemilihannya nanti ada pemilihan 11 formatur yang terdiri atas perwakilan ormas, MUI kecamatan pengurus lama, dan MUI Jateng. Dari kecamatan ada 4 wakil dari masing-masing kawedanan. Untuk Ketua MUI lalu adalah KH Minanul Aziz,” jelasnya.***
