Terdesak Ekonomi, Karto Gantung Diri Usai Idul Fitri

NEWS

Penulis: Abiet Sabariang
TEGAL | inspirasiline.com

TAK sanggup menahan beban hidup akibat desakan ekonomi, beberapa hari selepas Hari Raya Idul Fitri, Karto (47) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (17/5/2021).

Ayah tiga anak ini merasa sangat terbebani dan kalut dengan tuntutan kebutuhan keluarganya, terlebih di masa pandemi Covid-19. Salah satu anak minta menikah, satunya lagi minta dibelikan sepeda motor. Belum lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Padahal, pria yang sudah satu tahun menduda ini tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Terakhir dia dipercaya menjaga balongan seluas satu hektare dan sejumlah fasilitas keperluan tambak ikan. Tapi almarhum tidak betah, dan kunci gembok tambak pun akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar salah seorang teman almarhum.

Tanpa pikir panjang lagi, Karjo memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sebelumnya, almarhum sudah sempat tiga kali mencoba bunuh diri, tapi selalu gagal. Namun yang terakhir, Senin (17/5/2021), sekitar pukul 05.00 pagi, warga RT 1/RW 2 Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal menemukan tubuh Karto sudah menggantung kaku di pohon kedondong.

Warga pun gempar dan akhirnya menghubungi Polsek Kramat. Disaksikan warga sekitar, proses pelepasan tali yang mengikat leher almarhum berlangsung dramatis, diiringi jeritan tangis dari ketiga anak korban.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, korban dibawa ke Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal. Setelah diautopsi dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan, korban langsung dimakamkan.***

Bagikan ke:
baca juga:  Sampai Siang Ini, Banjir Masih Genangi Jalan Raya Pantura Warureja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *