Pemkab Tegaskan Daging Anjing-Hewan Dilindungi Tidak Boleh Dikonsumsi

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dengan tegas kembali mengingatkan kepada penjual daging anjing untuk beralih profesi ke kuliner lainnya.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomer 5 Tahun 2020 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Pedagang Kakilima yang melarang masyarakat melakukan kegiatan usaha penjualan, pemotongan daging, baik mentah atau olahan berasal dari hewan nonpangan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Satpol PP Pemkab Sukoharjo Heru Indarjo usai menghadiri audiensi antara Paguyuban Pedagang Kakilima (PKL) Guyub Rukun yang menjual makanan nonpangan bersama Komisi II DPRD Sukoharjo di Gedung DPRD setempat, Senin (31/5/2021).

“Larangan itu tidak saja bagi penjual daging anjing, namun juga untuk hewan yang dilindungi dan tidak boleh dikonsumsi seperti biawak, bulus, ular, dan sejenisnya,” ungkap Heru Indarjo.

Sementara anggota Komisi II DPRD Sukoharjo, Sugeng Purwoko menambahkan, daging anjing dan semua hewan yang saat ini dijual dengan berbagai menu merupakan hewan yang dilindungi.

“Kami meminta kepada PKL untuk beralih profesi saja dengan menjual daging yang layak dikonsumsi. Sebab, hewan itu dilindungi, bahkan penjualnya bisa dikenai denda Rp 200 juta dan hukuman penjara,” kata politisi Partai Nasdem ini.

Ketua PKL Guyub Rukun Sukoharjo Dany Kristiawan mengaku kecewa dengan perda terkait larangan penjualan daging olahan nonpangan. Apalagi profesi sebagai penjual daging sudah dilakoni sejak bertahun-tahun dan juga tidak pernah ada komplain dari pembeli.

“Kami hanya meminta agar Pemkab Sukoharjo dapat memberikan solusi, itu saja. Sebab, untuk alih profesi juga membutuhkan modal yang tidak sedikit,“ ujarnya.

Dia juga meminta perhatian dari Pemkab Sukoharjo, untuk dapat memberikan bantuan modal usaha, sehingga saat alih profesi bisa dilakukan.

“Daerah lain saja bisa memberikan bantuan, seperti Pemkab Karanganyar. Sukoharjo harusnya juga bisa, dong,” cetusnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *