Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com
PELAKSANAAN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2021/2022 MTs negeri di Kabupaten Sragen dinilai lancar, meski belum dapat mengakomodasi seluruh peminat untuk masuk ke MTs negeri.
Kepala MTs Negeri 4 Sragen Sumanto mengatakan, proses PPDB telah dijalankan sesuai ketentuan dan jadwal.
“Alhamdulillah, di MTsN 4 Sragen kuota terpenuhi 320 calon siswa baru, untuk 10 kelas,” ungkap Sumanto ketika ditemui inspirasiline.com di halaman sekolah yang berlokasi di Pedak, Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh yang dijadikan tempat vaksinasi Covid-19 bagi pedagang Pasar Pedak, Rabu (7/7/2021) pagi.
Meski demikian, Sumanto mengakui, ada kekurangan dalam penyelenggaraan PPDB yang dilakukan secara online tersebut.
“Secara umum lancar, tapi memang ada kekurangan-kekurangan dan sudah dievaluasi agar PPDB lebih baik lagi tahun depan,” ujarnya.
Dalam catatan inspirasiline.com, kendala saat PPDB tersebut antara lain terdapat pada sistem, yaitu sempat tidak muncul nama sekolah, sehingga menimbulkan kepanikan.
Selain itu, titik koordinat rumah tinggal calon siswa meleset hingga berkilo-kilometer, sehingga merugikan calon siswa bersangkutan. Hal ini karena titik koordinat merupakan patokan penghitungan jarak dengan sekolah sebagai dasar penerimaan calon siswa.
Ditanya apakah ada MTs yang tidak terpenuhi kuotanya, Sumanto menjawab, ada 8 MTs yang tidak terpenuhi kuotanya alias kekurangan siswa. Namun dia tidak hapal masingmasing MTsN mana tersebut.
Sumanto menjelaskan, MTs yang kekurangan siswa diperbolehkan melaksanakan PPDB secara offline hingga kuota calon siswa baru terpenuhi.
Calon siswa yang mendaftar PPDB tahap II diumumkan pada 2 Juli. Calon siswa baru yang diterima bisa melakukan pendaftaran ulang mulai 2-5 Juli 2021, hingga pendaftaran ulang ditutup.
Menurut catatan inspirasiline.com, di Kabupaten Sragen ada 8 MTs negeri dan 22 MTs swasta.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen Sutopo sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi.
Sumber inspirasiline.com di Kantor Kemenag Sragen menyebutkan, pelaksanaan ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) di sSekolah pada awal tahun ajaran baru ditunda.
Pelaksanaan ujicoba PTM di sekolah di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko, baik bagi tenaga pengajar, karyawan, maupun para siswa. Kegiatan belajar-mengajar (KBM) dilanjutkan dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secar daring.***
