Menuju Satu OPD Satu Desa Dampingan, Wabup Tri Yuli Setyowati Minta Perbaikan Data Kemiskinan

NEWS

Penulis: Yokanan | Editor: Dwi NR
BLORA | inspirasiline.com

WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Jawa Tengah membuka Rapat Koordinasi Replikasi Program Desa/Kelurahan Dampingan di Jawa Tengah, secara virtual dari Lantai II Gedung A Komplek Gubernuran Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (3/9/2021).

Rakor secara blended system ini diikuti oleh Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati dan OPD terkait dari Aula Lantai II Bappeda secara virtual. Para narasumber menyampaikan materi dari lokasi yang sama dengan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menyampaikan, tujuan rakor untuk menyamakan persepsi menuju desa lebih sejahtera.

Dalam sambutan pengarahannya, Wagub Taj Yasin mendorong OPD untuk segera turun ke lapangan memberikan pendampingan ke desa-desa yang menjadi desa dampingannya.

“Saat ini kondisi Covid-19 sudah membaik. Jadi saya minta kepada OPD yang memiliki desa dampingan untuk segera turun ke lapangan, karena beberapa waktu yang lalu sulit untuk turun ke lapangan memberikan pendampingan dikarenakan kesibukan kita menangani persebaran Covid-19 dan menyelesaikan sinkronisasi pendataan Covid19,” kata Wagub Taj Yasin.

Lebih lanjut Wagub memberikan arahan untuk penanganan kemiskinan, OPD terkait untuk melakukan pendataan seberapa tingkat kemiskinan saat ini.

Untuk penanggulangan kemiskinan, menurut Wagub Taj Yasin, yang paling pokok adalah memperbaiki data DTKS. Sinkronisasi data kemiskinan penting.

Wagub Taj Yasin menginginkan ada pendataan anak yatim piatu di desa dampingan dan berapa banyak masyarakat yang bisa menjadi orang tua asuh mereka.

Akibat pandemi ini, tidak hanya angka kemiskinan yang naik, tapi juga angka yatim piatu.

“Kita semua punya tanggung jawab. Apa yang kita pimpin itu nanti dipertanggungjawabkan. Saya mau kita benar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang miskin. Semoga apa yg menjadi ikhtiar kita dengan Satu OPD Satu Desa Dampingan mendapat rida dari Allah untuk memberikan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati selaku Ketua TKPK Kabupaten Blora setelah mengikuti arahan dari Wakil Gubernur Taj Yasin, memerintahkan kepada jajaran Tim TKPK untuk menindaklanjuti arahan tersebut.

“Mari kita bersinergi untuk menindaklanjuti arahan Wakil Gubernur. Dengan data yang baik, penangggulangan kemiskinan akan lebih terarah dan terukur. Saya minta untuk Blora dapat mereplikasi dan memperluas sasaran program Satu OPD Satu Desa Dampingan untuk mengentaskan kemiskinan,” papar Wabup Tri Yuli.

Turut hadir pula rakor, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ketua Baznas Kabupaten Blora, STAI Khozinatul Ulum, STAI Al Muhamad Cepu, STAI Muhammadiyah Blora, dan Tim TKPK Kabupaten Blora.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *