Di Hari Pramuka, Pasutri Pamuji-Nuruningsih Dianugerahi Melati-Darma Bakti

IMPRESI

Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com

TAK gampang memperoleh penghargaan Melati dari Kwartir Nasional (Kwarnas). Butuh waktu dan perjuangan yang cukup panjang.

Seperti pengalaman Pamuji Haryanto, yang mulai berkecipung di Gerakan Pramuka sejak di bangku SMP, 1975 silam. Dia tergabung dalam Regu Elang Buana.

Pramuka sudah menjadi bagian hidupnya. Asam garam di organisasi kepanduan penggembleng generasi muda menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkepribadian ini telah dirasakan bapak dua anak ini, hingga memperoleh perghargaan Melati.

Pamuji Haryanto mengaku bangga atas penghargaan yang diterimanya, saat mengikuti upacara secara virtual Peringatan Hari Pramuka di Gedung Menara Wijaya, beberapa waktu lalu.

Penghargaan itu merupakan usulan ranting, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya saat membina Gudep di SMPN 4 Tawangsari. Juga ketika pada 2005-2010, Pamuji membina di Andalan Cabang sebagai Wakabina Muda yang berkecipung di dunia peserta didik, mulai dari Siaga Penggalang hingga Penegak.

Di situ banyak kegiatan yang dikembangkan. Pembinaan di tingkat Gudep menjadi pilihannya, untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya demi pengembangan diri.

Hal sama juga dilakoni pendamping hidupnya, Sri Nuruningsih. Di Upacara Peringatan Hari Pramuka secara virtual itu, Nuruningsih juga memperoleh penghargaan dari Kwarnas berupa Darma Bakti.

Nuruningsih menggeluti Pramuka sejak 1988 den mengaku bangga dan sangat bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.

Dengan raihan penghargaan itu, ke depan akan memacu dirinya untuk terus berbakti membina anak didik di Gudep SD, sesuai mottonya, yaitu “selalu ikhlas bakti berbudi bawa leksana.”

“Makna dari motto itu, apa yang saya lakukan untuk berbakti kepada nusa dan bangsa Indonesia tercinta,” ungkapnya.

Passangan suami istri (pasutri) Pamuji-Sri Nuruningsih ini memang aktivis Pramuka sejati.

“Dengan Pramuka kami yakin memunyai akhlak yang mulia. Untuk itu kami berpesan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa, jangan patah semangat, belajar terus, berkarir terus, dan berinovasilah terus. Sebab, dengan Pramuka akan lebih mudah untuk mengembangkan diri, bahwa pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan,” tandasnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *