Penulis: Joko Widodo
GROBOGAN | inspirasiline.com
PEMERINTAH Kabupaten Grobogan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menggelar kegiatan khitanan massal menggunakan teknik sunat modern Supering, dalam acara Sosialisasi Kesehatan Anak di Ruang Riptaloka Pendopo Kabupaten, Minggu (12/9/2021). Khitan menyasar 104 anak, yang datang didampingi orangtua masing-masing.
Acara terlaksana berkat kerja sama dengan Baznas, RSUD, Dinkes, PPNI Grobogan, dan PT Sunat Modern Indonesia (SMI) Madiun, Jawa Timur sebagai pemasok alat khitan.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Bambang Pujiyanto, Asisten Penerintahan Sekda Grobogan Teguh Harjokusumo, Ketua Baznas Grobogan Musapak, Kabag Kesra Ali Mahfudon, Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, perwakitan PT SMI Madiun, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bambang Pujiyanto mengatakan, intensitas pemeliharaan dalam pelayanan kesehatan terhadap anak itu lebih tinggi dari orang dewasa. Sebab, anak belum mampu melakukan upayanya sendiri, sehingga perlu perhatian yang lebih tinggi terhadap mereka.

Wabup Bambang Pujiyanto menyebutkan, kegiatan khitan bagi anak laki-laki sangatlah penting. Sebab, dari segi kesehatan, dapat mencegah berbagai gangguan kesehatan seperti AIDS, kanker, saluran kencing, dan menghilangkan kotoran berbau yang tersembunyi.
Dengan teknik sunat modern Supering, anak yg dikhitan minim risiko dan begitu selesai dikhitan anak bisa langsung bergerak bebas, mandi, berenang, dan sebagainya.
“Terima kasih kepada PT SMI Madiun, Jatim yang memelopori sunat dengan minim risiko ini,” katanya.
Usai sambutan Wabup Bambang, pelaksanaan khitanan massal kepada 104 anak di Ruang Riptaloka. Setiap anak mendapatkan bingkisan berupa uang saku, baju koko, sarung, peci, dan tas sekolah.
Terpisah, Kabag Kesra Setda Grobogan Ali Mahfudon menjelaskan, kegiatan khitanan massal ini diselenggarakan setiap tahun. Gelaran tahun 2021 ini dikaitkan dengan Hari Jadi Grobogan. Namun karena masih pandemi, kegiatan disatukan dengan kegiatan sosialisasi kesehatan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Dalam acara ini kami tetap menerapkan prokes secara ketat,” pungkasnya.***
