Pemuda Perlu Dibekali Pemahaman Keterampilan, Etika, Keamanan dan Budaya Bermedia Sosial

EDUKASI

Penulis : Yokanan

Inspirasiline

Blora, – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Abu Nafi menyatakan, semangat menanggulangi pandemi COVID-19 semakin tampak khususnya di kalangan pemuda atau generasi milenial.

Hal itu disampaikannya dalam gelar wicara di studio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Gagak Rimang Blora, Sabtu (23/10/2021).

Gelar wicara kali ini mengusung peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 yang mengambil tema “Bersatu Bangkit dan Tumbuh” sebagai momentum persatuan bangkit dari pandemi.

“Dengan tema itu, diharapkan pemuda bisa mengenang kembali, kemudian menancapkan kembali Sumpah Pemuda pada saat dulu dimana gerakan pemuda yang mana dalam Sumpah Pemuda, ibaratnya sebagai motor perjuangan. Harapannya pula, dalam masa pandemi pun bisa berperan aktif,” terangnya.

Menurutnya, pemuda telah ada yang ikut berperan aktif dalam menangani pandemi ini. Tetapi ada juga yang merasa acuh, mengabaikan prokes, bahkan ada juga yang pakai masker saja enggan. Bahkan ketika nongkrong, banyak sekali kerumunan.

“Sehingga harapan saya, yang masih seperti itu, ikuti teman-teman yang sudah berjuang menanggulangi pandemi Covid-19. Atau minimal melaksanakan prokes, supaya teman-teman yang sudah berjerih payah untuk menangani pandemi ini bisa terbantu,” kata Abu Nafi.

Ia menyebut semangat pemuda, bergotong royong, seperti Banser, siap membantu pemerintah, bahkan ada yang gotong royong menghimpun dana, untuk membantu meringankan beban warga serta membantu razia prokes bersama petugas.

Meski demikian, sangat disayangkan ketika masih kerap dijumpai seperti di Alun-Alun dan Lapangan Kridosono Blora, ada beberapa pemuda yang tidak pakai masker dan terkesan mengabaikan protokol kesehatan.

“Insha Allah telah banyak yang dilakukan teman-teman pemuda. Dan saya maturnuwun dengan langkah-langkah teman-teman pemuda. Tolong laksanakan hal-hal yang positif. Baik dalam penanggulangan pandemi ini maupun yang lainnya,” tuturnya.

baca juga:  Menjelang Purna Tugas, Kapolsek Karangrayung Grobogan Naik Pangkat Jadi Kompol

Berkaitan untuk kegiatan bagi pemuda, kata dia, sudah dilakukan pelatihan, seperti UMKM dan lainnya, dalam rangka pemulihan ekonomi dari pandemi.

Dirinya juga mengajak para pemuda untuk menjadi pelopor anti hoaks dan tetap bijak dalam bermedia sosial.

“Harapan saya kepada teman-teman pemuda kalau ada berita atau informasi hoaks, jangan diteruskan, kan banyak ya, yang diteruskan, misalnya melalui Whatsapp. Itu justru akan menambah kericuhan,” ujarnya.

Misalnya, fitnah, kalau berkepanjangan, diteruskan itu sudah dinilai salah dan dosa.

“Kalau misalkan orang yang saya kirimi itu menyebarkan lagi, berarti sudah ‘berjamaah’. Saya kawatir itu akan semakin banyak kiriman dosa kepada saya. Pesan saya kepada pemuda, hati-hati. Jangan sampai terjebak dalam fitnah yang terkait dengan hoaks akhirnya malah dapat kiriman dosa,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, H. Abu Nafi, menyebut kiprah dan peran pemuda bersama wakil rakyat berkaitan dengan kearifan lokal seperti seni budaya barongan (di Blora) serta tempat wisata berbasis kearifan lokal yang kini sedang ditangani oleh para pemuda.

Di sela-sela gelar wicara, secara mendadak hadir Dosen Pasca Sarjana Unisri Surakarta, Adi Purwanto, yang juga sahabat H. Abu Nafi ketika sama-sama dinas sebagai PNS di Pemkab Blora.

Kehadiran Adi Purwanto menambah suasana menjadi lebih gayeng dalam gelar wicara di LPPL Gagak Rimang.

“Ada narasumber relawan ini. Silahkan Pak Adi,” ucap Abu Nafi.

Adi Purwanto mengaku senang, meski dadakan, dikontak yang terhormat Abu Nafi, yang mana secara emosional dulu adalah mantan atasannya ketika berdinas sebagai PNS Pemkab Blora, sehingga tidak ada jarak.

“Sehingga enak, begitu di calling, saya dengar, langsung ganti pakaian terus meluncur sampai studio sini,” ucapnya.

baca juga:  Akibat Arus Pendek Listrik, 4 Rumah Ludes di Ngroto Gubug Grobogan

Gayung bersambut, Adi Purwanto juga menyampaikan peran pemuda saat ini agar bisa bangkit dari pandemi Covid-19.

“Jadi satu keberhasilan tentu banyak cobaan, halangan dan rintangannya, namun itu semua sebagai pemuda milenial khususnya harus mempunyai motivasi yang tinggi,” kata Adi Purwanto.

Dari itu, lanjutnya, nanti bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Namun demikian di era pandemi saat ini para pemuda hendaklah memanfaatkan momentum sebaik-baiknya.

“Tidak berarti, dengan keadaan pandemi terus tidak ada kegiatan, tidak ada motivasi, tidak ada inovasi, tidak ada kinerja. Justru dibalik, manfaat dari pandemi, bagi milenial khususnya, pegawai pada umumnya, memaksa diri untuk menguasai Information Technology (IT) atau Teknologi Informasi, dalam rangka melaksanakan pekerjaannya,” jelasnya.

Namun bagi para pemuda, kata Adi, untuk saat ini, milenial saat ini, sebagaimana yang disampaikan Abu Nafi, bahwa menghadapi hoaks itu harus bisa mencermati dengan baik. Karena informasi yang paling cepat saat ini adalah lewat media, seperti wathsapp, facebook, instagram dan sebagainya.

“Karena itu, yang namanya milenial perlu dibekali pemahaman keterampilan bermedia, etika bermedia, keamanan bermedia dan budaya bermedia sosial,” tegasnya.

Terkait bisnis online, menurut Adi Purwanto, ada dampaknya. Namun, di era sekarang ini diajaknya untuk memanfaatkan yang berdampak positif.

“Sehingga dengan distancing, mobilisasi yang dibatasi karena aturan, maka yang terbaik adalah media daring, online marketing dan sebagainya online. Karenanya, kalau sekarang ini tetap ingin eksis, tetap ingin berhasil dalam kondisi semacam ini, maka kuasai itu, dari segi etika, budaya dan safety atau keamanannya,” jelasnya.

Gelar wicara itu ditutup dengan lantunan tembang Jawa dan Pop Indonesia dari keduanya.***

Bagikan ke:

1 thought on “Pemuda Perlu Dibekali Pemahaman Keterampilan, Etika, Keamanan dan Budaya Bermedia Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *