Grup tari reog barong “Satrio Mudho” SMPN1 Ngaringan Kabupaten Grobogan tampil memukau penonton pada acara gelar seni budaya, yang berlangsung di gedung Wisuda Budaya Purwodadi, Kamis siang (4/11/21)

Acara yang digelar oleh Disporabudpar Grobogan itu adalah dalam rangka pembinaan seniman reog barong di wilayah Grobogan dan sosialisasi peraturan perundang-undangan cukai hasil tembakau oleh KPP Bea Cukai Semarang.
Sugiyarto, pimpinan Grup reog barong tersebut, kepada inspirasiline.com menjelaskan anak buahnya yang sedang manggung ini merupakan anak didiknya, sangat trampil bermain reog. Intensitas latihannya cukup bagus karena anak didiknya yang berjumlah 27 anak berlatih seminggu sekali pada setiap malam Minggu. “Mereka sudah biasa maggung kok, sudah sangat terlatih” ucap Sugiyarto. Para seniman grup ini terdiri dari anak anak siswa SD, SMP dan beberapa anak SMA.
Ketika ditanya beaya tanggapan, dia hanya bilang cukup murah, yang penting bisa ikut nguri uri kebudayaan Jawa, imbuhnya.

Di bagian lain, Yudistira Humas KPP Bea cukai Semarang dalam.penjelasannya mengatakan cukai mempunyai dua fungsi, pertama sebagai budgeter atau barang penerumaan negara yang nantinya kembali ke masyarakat untuk berbagai kegiatan pemerintah dan masyarakat serta untuk peningkatan kesehatan masyarakat, kedua, fungsi regulator dan pengawasan.Selanjutnya Yudistira mengungkapkan siapa saja yang secara sengaja memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal, sesuai peraturan perundangan tentang cukai dapat dipidana minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Untuk itu Yudistira mengajak.warga masyarakat untuk menggunakan barang dengan cukai yg ilegal.
Pentas seni reog barong selama 4 jam ini memperoleh perhatian banyak kalangan.
Kukuh Prasetyo Rusady selaku Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan sangat mengapresiasi seni ini, sebab seni.reog barong termasuk.seni yang unik.
Kukuh menambahkan, kelompok reog barong Satrio.Mudho SMPN1 Ngaringan termasuk yang terbaik di Grobogan, karena kepiawaian para seniman ciliknya.( jkw)
