Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen siap mengamankan kebijakan pengetatan menjelang dan selama Natal tahun baru ( Nataru) mendatang.
Sejumlah skema sudah disiapkan untuk menekan potensi mobilitas warga demi mencegah penyebaran covid-19
“Kemarin Pak Luhut (Menko Marvest) mewanti wanti betul dalam Nataru ini semua daerah siaga. Itulah kenapa semua dinaikan di level 3. Ya untuk kewaspadaan dan mengantisipasi gelombang ketiga covid-19,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat dihubungi Inspirasiline.com melalui phoneselnya Sabtu (27/11/2021)
Orang Nomor 1 di Jajaran Pemkab Sragen ini menyampaikan Pemkab sudah menyiapkan beberapa skenario untuk menindaklanjuti kebijakan penurunan level dari 2 ke 3 selama Nataru nanti.
Di antaranya melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk libur, apalagi mudik atau melakukan perjalanan luar kota. Semua abdi negara nantinya tidak ada libur dan diharamkan untuk mudik.
“ Abdi Sipil Negara ( ASN) tidak ada libur, itu memaksimalkan ASN agar tidak pergi ke luar kota,” katanya
Kemudian saat pada libur Nataru, Pemkab bersama Polres akan melakukan kembali kebijakan penyekatan jalur perbatasan keluar daerah.
Beberapa jalur perbatasan seperti di wilayah Gemolong dan pintu masuk Sragen kemungkinan akan kembali diberlakukan penyekatan
Penyekatan serupa juga pernah dilakukan saat pemberlakuan Pemberlskuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dan menjelang hari raya.
“Tidak ada kegiatan keramaian pada saat akhir tahun seperti akhir tahun yang lalu,” tandasnya.
Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu meminta semua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ) dan semua Camat bisa siaga menyisir kegiatan masyarakat yang ada di daerah masing-masing.
“Lampu alun-alun dimatikan lagi. Bisa juga untuk mengurangi keramaian. Ya seperti penerapan level 3 kemarin,” tandasnya
Yuni menambahkan kebijakan peningkatan level 3 menjelang Nataru itu semata-mata merupakan antisipasi agar tidak terjadi gelombang baru penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Sebab kondisi Covid-19 di negeri ini, saat ini dinilai sudah relatif menurun dan sudah bisa masuk level 1.
“Kemarin Pak Luhut saat memberikan diskusi dengan kepala daerah beliau mengatakan Indonesia sebenarnya di mata dunia sudah di level 1 dibandingkan di negara lain yang saat ini dalam kondisi meningkat. Makanya untuk mengantisipasi, beliau wanti-wanti betul semua daerah siaga agar tidak ada gelombang baru saat Nataru nanti,” Ungkap Yuni menegaskan ( Sugimin/17)
