Peserta Sekeksi Perdes Gabus mensoal ada kejanggalan dalam seleksi

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Sejumlah peserta seleksi perangkat Desa ( Perdes) Gabus, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, menuding ada sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi dan mendatangi panitia seleksi meminta penjelasan.

Berdasarkan pantauan Inspirasiline.com ada 15 peserta yang datang. Mereka diterima Kepala Desa ( Kades) Gabus, Sumarwanto, Ketua Tim Seleksi Perdes Gabus, Sunar dan Camat Ngrampal Joko Hendang Murdono.

Sebelumnya, peserta seleksi ini membacakan 13 poin kejanggalan dalam proses seleksi. Di antaranya jumlah nilai yang tidak wajar di mana tiga lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat dan diploma mendapat nilai lebih tinggi dari total nilai peserta lain yang memiliki jenjanng pendidikan lebih tinggi. Mereka juga menduga ada kecurangan pada soal ujian berupa tanda sebagai kode jawaban.

Peserta mempertanyakan validitas sertifikat kursus milik peserta yang lolos atau rangking pertama. Selain itu beredar kabar mengenai prediksi para peserta yang lolos sebelum pengumuman dan prediksi tersebut benar. Aspirasi mereka juga ditujukan kepada sejumlah pihak, antara lain Presiden, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Sragen.
Salah satu peserta, Elisa Lisdiyastuti, meminta soal dan pilihan jawaban yang pernah dikerjakan dibuka kembali di hadapan peserta.

Panitia kemudian menunjukkan sertifikat empat orang yang memperoleh peringkat tertatas pada masing-masing lowongan yakni Kebayan I, Kebayan II, Kaur Perencanaaan, dan Kaur Keuangan, kepada peserta,.

Klaim Sesuai Regulasi
Ketua panitia seleksi, Sunar, menjelaskan panitia sudah bekerja sesuai regulasi dan hanya merekap nilai berdasarkan nilai ujian tertulis, ujian komputer, prestasi, dan dedikasi. Panitia menginput nilai ujian berdasarkan penilaian perguruan tinggi. Menurutnya, seharusnya peserta meminta kejelasan saat ujian atau begitu selesai ujian, tidak setelah pengumuman hasil seleksi
Camat Ngrampal, Joko Hendang Murdono, menjelaskan panitia dan perguruan tinggi sebagai pihak ketiga memiliki tanggung jawab masing-masing. Panitia telah mengirim surat untuk meminta kejelasan sesuai aspirasi peserta. Tahapan seleksi berikutnya menunggu surat jawaban pihak ketiga tersebut.

baca juga:  Tambah 153 Kasus Baru, Total Hampir 2.000 Warga Blora Terpapar Covid-19

“Kalau tanggung jawab panitia selesai dan lembaga perguruan tinggi sebagai penguji (LPPM ) selesai. Namanya orang tidak menerima, dijelaskan seperti apa pasti tidak menerima. Kami tetap meneruskan tahapan. Manakala mereka enggak terima itu hak mereka,” Ungkap Camat Ngrampal Joko Hendang Martono saat dihubungi Inspirasiline.com Selasa (14/12/2021)

Joko Hendang Murdono menjelaskan, peserta bisa membuat aduan ke polisi jika ada bukti adanya tindak pidana. Peserta juga dapat melaporkan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara jika menemukan pelanggaran administrasi.

“Pengisian perangkat kan harus jalan terus. Kalau didapati pelanggaran itu apabila diputuskan dianulir ya sudah dianluir sesuai keputusan lembaga peradilan. Jika sudah dilantik harus diberhentikan ya sudah diberhentikan. Karena mereka pun belum menunjukkan buktinya, hanya praduga, asumsi, keberatan. Silahkan cari bukti nyata jangan mengintervensi seseorang,” ungkapnya. ( Sigimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *