KWT Kalurahan Kriwen Pandai Berinovasi

NEWS

Sukaharjo

Kelompok Wanita Tani (KWT) Tri Nyawiji Kalurahan Kriwen kecamatan Sukoharjo membudidayakan tanaman sayuran dan ternak, hasilnya lumayan bisa untuk mencukupi kebutuhan konsumsi anggota sehari-hari dan selebihnya bisa dijual untuk menopang ekonomi keluwarga.

Lurah Kriwen Setyo Joko Susilo saat ditemui wartawan di sela-sela acara bazar tani mengatakan struktur tanah didaerah Kriwen memang cocok untuk tanaman sayuran dan umbi-umbian seperti: terong, kacang panjang, wortel, tomat, ceme, pare, kul, dan cabe.

Dan bisa juga untuk tanaman umbi-umbian seperti: ketela rambat, ketela pohon. Selain tanaman juga budidaya ternak seperti: ternak lele, dan ayam kampung, ada yang dikelola secara kelompok maupun mandiri.

Lurah Kriwen Setyo Joko Susilo menunjukkan hasil dari KWT Tri Nyawiji saat mengikuti bazar tani di taman Paku Joyo.

“ KWT Kalurahan Kriwen tetap eksis walaupun masa pandemi, dengan berbudidaya sayuran dan ternak,” ungkap Joko Lurah Kriwen.

Lebih lanjut Joko menyampaikan hasil dari KWT alhamdulilah bisa untuk mencukupi kebutuhan konsumsi anggota dan lingkungan sekitarnya, bahkan ada yang dijual kepasar karena sangat berlebih untuk konsumsi dan hasil penjualannya bisa untuk mencukupi kebutuhan yang lainnya.

Anggota KWT Tri Nyawiji ada 3 RT dan 1 RW yang dikelola lebih kurang 80 orang, yang berlokasi di dukuh Bangsri Cilik kalurahan Kriwen. Yang mana daerah tersebut dekat dengan sungai aliran dari waduk Wonogiri jadi manakala tidak ada hujan pun KWT tersebut tidak kesulitan air sehingga tanamannya tetap bisa tumbuh subur dan alhamdulilah hasilnya bisa dinikmati bersama.

Untuk mengantisipasi melimpahnya tanaman sayuran saat panen tiba, dan harus bersaing dengan pedagang sayuran dari luar Sukoharjo misalnya pedagang sayuran dari Tawangmangu, maka KWT kami cukup berinovasi dengan menanam tanaman lain seperti: labu panjang, dan kangkung darat, ternyata hasilnya cukup lumayan sehingga ini kami budidayakan terus.

Kepada KWT Tri Nyawiji Joko berpesan pandai-pandailah berinovasi supaya tidak kalah bersaing dengan pendagang dari daerah lain, atau paling tidak tanaman yang dikelolanya bisa mencukupi untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari anggota dan lingkungan sekitarnya, ujar Joko.    (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *