Sukoharjo
Dua sanggar Inklusi yaitu sanggar Inklusi Tunas Wijaya Mulur Bendosari dan Permata Hati Polokarto diresmikan sekaligus oleh ketua DPR RI Puan Maharani, Rabu (19/1/2021). Peresmian tersebut merangkai kegiatan kunjungan kerja Ketua DPR RI ke Jawa Tengah, termasuk dikabupaten Sukoharjo. untuk dikabupaten Sukoharjo sendiri Puan Maharani meresmikan rusun di Ponpes Azzayadiy Grogol dilanjut pencangan vaksin boster digedung Serba Guna Cemani Grogol, kemudian dilanjut meresmikan dua sanggar Inklusi.
Dalam kata sambutannya ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) itu juga merupakan anak-anak kita yaitu anak –anak bangsa Indonesia yang perlu perhatian dan kepedulian kita agar mereka juga bisa merasakan hidup yang sebenarnya, bisa berinteraksi dengan teman yang lainnya, bisa mandiri dan anak-anak yang perlu masa depan, agar bisa beperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dengan keterbatasan yang mereka miliki.
“ Anak-anak ABK ini sangat perlu kepedulian kita agar mereka bisa, bersosialisasi, berinteraksi dengan masyarakat walau dengan keterbatasan mereka,” ujar Puan Maharani.


Lebih lanjut Puan menambahkan, kami cukup mengapresiasi kabupaten Sukoharja dengan telah berdirinya sanggar Inklusi dari 12 kecamatan yang ada sudah berdiri 10 sanggar Inklusi, walau ini masih kurang dari kata cukup tetapi sudah alhamdulillah, katanya.
Sementara itu bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan bahwa di Sukoharjo dimasing-masing kecamatan sudah mempunyai sanggar Inklusi, dengan ABK sebanyak 475 anak, adapun layanan yang ada di sanggar Inklusi seperti fisioterapi, apokasi, terapi wicara hal itu dilakukan seminggu 2 kali dengan ruang kedap suara, selain itu juga pemberian makanan tambahan, latihan bina diri seperti menyisir rambut, memakai sepatu, memakai kaos kaki,pengenalan warna, menghitung dan lain-lain.
Selain kepada anak-anaknya kepada orang tua mereka/ibu-ibu pendamping saat mengantar dan menunggui anaknya mereka diberikan edukasi tentang ketrampilan agar bisa menambah wawasan mereka, dan diharapkan apa yang telah didapat bisa ditindaklanjuti untuk dilaksanakan dirumah mereka masing-masing, barangkali dengan ketrampilan yang didapat bisa dikembangkan akhirnya akan bisa menambah ekonomi keluwarganya.

“ Sukoharjo sudah punya sanggar Inklusi dimasing-masing kecamatan, dengan harapan bisa sebagai wadah/tempat untuk mengembangkan diri bagi anak-anak difabel, bisa berinteraksi dan bersoasialisasi dengan kawan-kawan mereka,” ujar bupati. (Prie)
