Grobogan-Inspirasiline.com. Tanggul atau talud penahan jalan kabupaten antara Desa Sedadi – Desa Lajer tepatnya di jembatan dusun Kedunggedang Sedadi sepanjang 80 meter belum sebulan direnovasi sudah amblas ke arah barat, sehingga jalan yang ditopangnya ikut turun sedalam 1,5 meter.
Padahal talud penahan jalan kabupaten yang berada di ruas tersebut pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp.0,54 milyard dan telah selesai pada bulan Nopember 2021 lalu yang dikerjakan oleh CV. Matahari Kembar, sebagai upaya mengatasi tanah longsor yang terjadi ditempat itu sekitar April 2021 lalu, kini belum genap setahun sudah retak dan amblas. Ruas jalan itu adalah satu satunya akses warga Lajer ke arah Sedadi keduanya berada di kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan demikian sebaliknya.
Kades Sedadi Listyowati yang ditemui Inspirasiline.com tidak berada ditempat karena ada acara keluar kota, kemudian ke Desa Lajer juga tidak bisa bertemu dengan Kades Purwadi sehingga akhirnya bertemu dengan Sekdes Lajer Hartono, Senin pagi (21/3/22).


Kepada Inspirasiline.com Hartono mengatakan sejak terjadinya tanah longsor pada ruas jalan tersebut sebagai akibat sering amblasnya talud lama, dirinya terjun sebagai relawan penghimpun dana masyarakat untuk mengusahakan bagaimana caranya agar jalan tersebut menjadi baik, sebab kalau jalan itu longsor dan putus, maka warga Desa Lajer bila ke Purwodadi harus memutar ber kilo kilo meter lewat hutan Geyer ataupun melalui wilayah Karangrayung.
Disebutkan Hartono, sejak April 2021 dirinya sudah mengumpulkan dana warga untuk perbaikan dan pemeliharaan hingga jalan tersebut mendapatkan proyek talud. Kegiatan proyek dilaksanakan oleh penyedia jasa CV Matahari Kembar. “Sejak itu hingga kemaren saya berhasil menghimpun dana warga hampir Rp.30 juta untuk beli grosok tanah urug agar menjadi baik ” ungkap Hartono. Saat itu belum tersentuh proyek pembuatan talud. Talud yang dikerjakan penyedia jasa baru dimulai dan selesai pada Nopember 2021 lalu. Pada Januari 2022 bangunan talud mulai retak dan amblas.

Talud yang amblas tersebut sebenarnya sudah direnovasi 4 hari yang lalu oleh penyedia jasa, namun kemarin terjadi amblas lagi.
Hal ini sudah dilaporkan Hartono ke Dinas PUPR Grobogan dan kabarnya penyedia jasa nya telah dipanggil Dinas PUPR Grobogan dan diperintahkan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Kini, untuk mengatasi hal hal yang lebih parah, Sekdes Hartono sudah berusaha menghubungi BBWS Pamali Juana melalui Dinas PUPR Grobogan untuk mencari bantuan agar bisa membelokkan arus sungai Lanang yang disinyalir menyebabkan amblasnya talud penahan jalan tersebut. Namun pihak BBWS menjawab tidak bisa semudah itu untuk mengalihkan aliran sungai sebab harus melalui kajian lebih dulu, katanya. Akhirnya Hartono dijanjikan akan diberi bantuan berupa kawat bronjong.”Kami sudah deal dengan BBWS akan dibantu kawat bronjong sepanjang 100 meter, tetapi gak ada isinya, jadi hanya dibantu kawatnya saja” ungkapnya. Meski bantuan yang akan diberikan hanya berupa
kawat bronjong saja, tetapi Hartono berusaha mencari bantuan untuk mencari batuannya.”Kemungkinan sekitar bulan Juni nanti bronjong tersebut direalisasikan, dan isiannya akan diberikan dari Dinas PUPR Grobogan” kata Sekdes Hartono.
Rj (58) warga RT 04 RW 01 Dsn Kedunggedang Sedadi yang rumahnya berdekatan dengan talud yang amblas itu mengatakan meski lokasinya berada di desa Sedadi, namun Hartono Sekdes Lajer itulah yang selalu peduli untuk selalu mengusahakan bagaimana talud yang amblas itu bisa teratasi.
Sampai saat ini amblasnya talud di ruas jalan Lajer-Sedadi kecamatan Penawangan tersebut sudah dua kali dilakukan perbaikan oleh penyedia jasa tetapi belum membuahkan hasil maksimal. ( jojo widodo)
