Sragen-Inspirasiline.com. Musrenbang Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang) wajib dilakukan secara rutin setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah untuk tahun berikutnya sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) no. 86 tahun 2017.
Musrenbang Kabupaten Sragen tahun 2022 dilangsungkan di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen Selasa (22/3/2022). Hadir dalam Musrenbang tersebut Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati sekaligus membuka secara resmi forum tersebut.
Hadir pula Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten sragen, Sekretaris Daerah ( Sekda), Asisten Sekda, kepala Bappeda se-Solo Raya, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Kelompok Masyarakat, Kelompok Perempuan, Forum Anak, Asosiasi Pengusaha dan Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD).
Musrenbang kabupaten Sragen tahun 2022 mengambil tema mewujudkan tata kelola pemerintahan dan good governance dalam meningkatkan pelayanan publik yang prima.
Tujuan musrenbang kali ini diharapkan menjadi sebuah Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 yang linier dengan visi misi Bupati Sragen dan Rencana Kerja Pemerintah Pusat serta Provinsi dengan memperhatikan masukan dari seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Inovasi dan Teknologi Bappeda Provinsi Jawa Tengah ( Prov Jateng) Agung Koen Marjono, ST mewakili Kepala Bappeda Prov Jateng dalam sambutannya secara virtual mengatakan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan forum yang sangat strategis bagi masyarakat dan stakeholders pembangunan untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan, usulan dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan rancangan awal RKPD. Sehingga apa yang akan direncanakan, dilaksanakan dan dianggarkan mempunyai output dan outcome yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dinamika prioritas daerah serta masyarakat.
Menurut Agung Koen Marjono RKPD kabupaten Sragen tahun 2023 merupakan pelaksanaan tahun kedua dari RPJMD kabupaten sragen tahun 2021 – 2026. Telah selaras strategis dengan yang terjadi saat ini utamanya pada saat pandemi covid-19 yang telah memberikan dampak pada sendi kehidupan krisis multi sektor utamanya sektor kesehatan , perekonomian, dan sektor sosial ekonomi lainnya.
Kondisi makro perekonomian kabupaten sragen sudah mulai membaik. Hal ini ditunjukkan pada capaian makro pembangunan salah satu diantaranya pertumbuhan ekonomi periode februari 2022 sebesar 3,75% diatas rata-rata pertumbuhan provinsi jawa tengah.
“Namun demikian persentase penduduk miskin masih tinggi yaitu 13,83% pada september 2021 ini diatas rata-rata provinsi jawa tengah. Kondisi tersebut menjadi tantangan dan perhatian kedepan bagi pemerintah kabupaten sragen untuk mendorong lebih keras lagi upaya perolehan penduduk miskin yang masih berada diatas rata-rata provinsi jawa tengah dengan didukung strategi kebijakan yang lebih inovatif.” Ungkap Agung Koen Marjono menjelaskan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen Suparno menyampaikan secara umum dalam pokok-pokok pikiran dari masing-masing unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sragen tersirat harapan adanya pemulihan ekonomi akibat dampak Pandemi, terutama melanjutkan program perbaikan Infrastruktur jalan dan jembatan yang masih tersisa belum terbangun baik diutara/selatan bengawan.
Program pemberdayaan Ekonomi masyarakat dengan penambahan modal bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah mulai kembali menggeliat. Penambahan fasilitas yang memadai sebagai lanjutan antisipasi dampak pembangunan jalan Tol.
Pembangunan Gedung Sekolah, Sarana dan Prasarana Pendidikan yang sudah
banyak mengalami kerusakan baik berat, sedang, ringan. Perlunya penambahan dan perbaikan penerangan jalan di titik-titik yang rawan, menggiatkan lagi kegiatan peningkatan pelayanan masyarakat terutama program pengurangan angka kemiskinan dan pengentasan pengangguran akibat dampak pandemi.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, Kabupaten Sragen telah beberapa kali berganti Bupati maka capaian pembangunan selalu menunjukkan progres yang terbaiknya. Begitu pula masa kepemimpinan Bupati Yuni-Suroto membuat visi-misi dengan harapan tercapai pembangunan yang merata untuk 5 tahun kedepan.
Menurut Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan capaian pembangunan kabupaten sragen yang sudah meningkat di beberapa indikator namun masih ada satu catatan yaitu angka kemiskinan yang meningkat. Sehingga catatan ini menjadi yang paling tinggi se-solo raya. Di masa pandemi covid-19 angka kemiskinan mengalami peningkatan sebesar 13,83%.
Terkait hal tersebut orang nomor 1 di Bumi Sukowati ini mengajak seluruh elemen pendukung bahu membahu ditahun 2022 ini menargetkan angka kemiskinan dapat kembali ke tahun 2017 mengalami penurunan sampai 12% walaupun angka tersebut masih lebih tinggi dari angka rata-rata di provinsi jawa tengah dan nasional.
“Salah satu upaya yang kita lakukan sebagai pilot project adalah Satu Desa kita entaskan bersama. Dengan harapan di tahun 2022 ini Desa itu tidak lagi ada angka kemiskinan. Tidak hanya dari pemerintah saja tetapi dari seluruh lini dan semua sektor. Semua Tokoh Masyarakat yang mempunyai kapasitas masing-masing akan kita kerahkan bersama untuk mengentaskan kemiskinan.” Ungkapnya.
Dalam waktu dekat pihaknya telah mengidentifikasi Desa Jabung di Kecamatan plupuh. Ada sekitar 600-an warga yang termasuk Kepala Keluarga (KK) miskin. Akan diberikan pelatihan, santunan ataupun pemberian modal. Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sragen tahun 2023 Desa Jabung dapat keluar dari kemiskinan.
Pencapaian kabupaten sragen yang telah terlaksana diantaranya peningkatan sarpras Pariwisata yaitu Pembangunan Gunung Kemukus yang sudah merubah stigma negatif menjadi positif. Dengan merubah stigma membuat masyarakat dapat menilai dan merasakan Gunung Kemukus yang berbeda sehingga sekarang pihaknya memberi sebutan dengan nama New Kemukus.
Yuni sapaan akrabnya menambahkan Tahun 2022 Kolam Renang Kartika-pun akan direnovasi dan dibangun sesuai standar yang akan digunakan untuk para atlit renang berlatih.
“Saat ini strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata bertujuan agar kabupaten sragen lebih mandiri tidak bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat. Sehingga dengan PAD yang cukup dan memadai dapat melakukan proses pembangunan ini dengan mandiri.” Ungkap Yuni memperjelas.
Di Tahun 2023 mendatang kabupaten Sragen-pun akan segera mempunyai Mal Pelayanan Publik (MPP). Selanjutnya ditahun yang sama Pemkab Sragen akan membangun Pemerintah Daerah (Pemda) Terpadu, pembangunan Kantor Kecamatan Miri dan Kecamatan Gesi, pendirian Poltek Pariwisata di Jawa Tengah dan perbaikan sejumlah pasar secara bertahap diantaranya Pasar Kota, Pasar Joko Tingkir, dan Pasar Nglangon. (Sugimin/17)
