Sragen-Inspirasiline.com.
Bertindak sebagai Pembina Upacara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan Pemimpin Upacara, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Sragen Simon Sri Nur Yudanto.
Para peserta Upacara mengenakan pakaian beskap dan kebaya. Tak hanya kostum yang dikenakan oleh peserta upacara yang membuat upacara kali ini berbeda. Seluruh bahasa yang digunakan pada Upacara ini juga bahasa Jawa krama atau Jawa halus. Begitupun dengan aba-aba yang digunakan pada saat baris berbaris juga menggunakan bahasa Jawa.
Upacara dimulai dengan pembacaan sejarah singkat Kabupaten Sragen yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen Suwardi.
Dalam pembacaan sejarah singkat itu, Suwardi menyebut K. R. T. Kartowiryo menjadi Bupati Panumping pertama di Bumi Sukowati. K. R. T. Kartowiryo menyerahkan pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang hilang saat geger Pecinan di Kartasura.
Setelah K. R. T. Kartowiryo meninggal, posisi Bupati Panumping digantikan anaknya yang kelima bernama R. M. Sulomo.
“Mulai 5 Juni 1847, tugas Bupati Panumping ditambah dalam bidang kepolisian sehingga disebut Bupati Gunung Polisi. R. M. Sulomo mendapat nama tambahan menjadi K. R. T. Sastradipura,” Ungkap Suwardi.
Selanjutnya, datang pasukan khusus yang membawa pataka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.
Sebagai Pembina Upacara, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati-pun turut menggunakan Bahasa Jawa
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Sragen bergotong-royong menghadapi berbagai permasalahan yang ada, mulai dari pandemi Covid-19, virus baru hepatitis akut, virus yang menyerang ternak sapi, kerbau, dan kambing yang disebut Penyakit Mulut, Kuku (PMK). Virus hepatitis akut yang menyerang anak-anak, supaya menjadi perhatian.
“Anak harus membawa makanan yang bersih dan sehat. Anak tidak boleh jajan di sekolah tetapi membawa bekal sendiri dari rumah. Meskipun di Sragen belum ada kasus hepatitis akut, penyakit itu tetap harus diwaspadai. Kewaspadaan juga untuk PMK. Semua itu sebenarnya dilakukan dengan menjaga lingkungan yang bersih,” Ungkapnya.
Di Hari Jadi Sragen ke-276 ini, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersyukur karena Sragen kembali meraih prestasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 7 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Upacara berakhir ditandai pasukan khusus pembawa bendera pataka Kabupaten Sragen meninggalkan lokasi upacara. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
