Tak Kunjung Mendapat Kejelasan, Perwakilan Petani PPRA Kandangrejo Grobogan Ajukan Permohonan Sertifikat Tanah ke ATR/BPN Jateng

NEWS

Semarang, Inspirasiline.com. Sekitar 180 petani penggarap Desa Kandangrejo Klambu Grobogan yang terancam kehilangan tanah nya oleh adanya klaim BBWS Pemali juana, kembali mengajukan permohonan peneribitan sertifikat tanah kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah., Rabu (6/7/22).

Sebelumnya pada tahun 2015, warga sudah mengajukan permohonan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan. Setelah lama tidak ada kejelasan, akhirnya pada 2022, Kantor Pertanahan kabupaten Grobogan melakukan riset pengecekan tanah sawah Kalimati desa Kandangrejo Klambu. Dokument riset tersebut sudah dikirimkan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah kanwil, dan Menteri ATR/BPN RI, akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan terkait hasil riset tersebut, termasuk kejelasan penerbitan sertifikat tanah warga. Sementara BBWS, masih saja berupaya untuk mengklaim sawah Kalimati yang sudah turun menurun digarap oleh petani sebagai hak mililnya.

Karena tidak kunjung mendapat kejelasan, perwakilan warga dari organisasi Petani Pejuang Reforma Agraria (PPRA), Kandangrejo akhirnya kembali mengajukan permohonan peneribitan sertifkat tanah ke Kanwil BPN Jateng.

Haryono (kordinator PPRA) menyampaikan tanah sawah Kalimati sudah lama digarap warga, bahkan sejak jaman Belanda dan Jepang, keadaanya pada waktu itu sampai sekarang ya sudah berbentuk tanah, tidak ada sungai.

Perwakilan Petani juga menuntut agar setiap proses dilakukan secara terbuka, sehingga tidak ada kepentingan terselubung dari pihak BBWS dalam setiap proses nya. Yanto (Petani Penggarap) mengutarakan “kemarin Kantah bilang bahwa sudah ada penelitian dari Kantah, dan hasilnya dikirimkan ke Kanwil dan Kementerian ATR/BPN tapi kami tidak tahu hasilnya seperti apa”. ( jokowi/ rls)

Bagikan ke:
baca juga:  Akhir Oktober, Citilink Siap Terbang Perdana Menuju Bandara Ngloram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *