Temanggung-Inspirasiline.com. Pembinaan mental spiritual (CHARACTER BUILDING) bagi mahasiswa Diploma III Keperawatan Semester VI Tahun Akademik 2021/2022 STIKES Ngesti Waluyo Parakan Kabupaten Temanggung, digelar di Kaliurang Yogyakarta selama 2 hari.
Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah meningkatkan kesadaran dan pertumbuhan diri pribadi mahasiswa serta mampu untuk menghasilkan buah-buah Roh Kudus, yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kegunaan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

“Character building atau pembinaan mental spiritual merupakan hal yang tidak bisa dilaksanakan dalam sekali waktu namun selalu berkelanjutan demi mendapatkan hasil yang optimal yaitu pertumbuhan karakter mahasiswa”, tutur Daniel, Humas STIKES Ngesti Waluyo.
Dikatakan lanjut, kegiatan pembinaan mental spiritual atau character building ini merupakan kegiatan akademik yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo. Pada semester VI ini, kegiatan character building dilaksanakan selama 2 hari di Melcosh Glam Camp, Kaliurang Yogyakarta. Sebagai narasumber dan fasilitator kegiatan adalah Heribertus Priyadi beserta para frater dari Yogyakarta.

Hal yang melandasi kegiatan tersebut adalah bahwa Pertumbuhan karakter diri merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa karena kecerdasan emosional yang terkandung dalam karakter seseorang akan mendukung untuk keberhasilan orang tersebut, baik di kehidupan sosial maupun kerja.
Kegiatan diawali dengan training sesi 1, hari Kamis, 7 Juli 2022 pukul 16.30 – 18.00 WIB dengan tema ”Sukacita dalam melayani”.

“Sukacita adalah salah satu buah Roh Kudus, dimana bila seseorang memiliki sukacita maka energi yang dimiliki juga akan tinggi, dan hal ini dibutuhkan oleh perawat ketika merawat pasien”, papar Heribertus Priyadi
Ditandaskan lagi, pertumbuhan diri dan karakter mahasiswa utamanya juga dapat dilakukan dengan melakukan refleksi diri. Hal ini dilakukan mahasiswa dalam training sesi 2, yakni pukul 19.30 – 21.00 WIB.
Melalui refleksi diri, mahasiswa dilatih melakukan introspeksi diri, berbicara bersama diri sendiri, hening, mendengarkan suara hati, dan selanjutnya berbicara atau menghabiskan waktu bersama Tuhan dalam keheningan.
Sebagai penyemangat mahasiswa, maka kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan bebakaran (barbeque), sehingga mahasiswa lebih merasakan suasana keakraban bersama teman dan di alam terbuka dalam sukacita.
Selanjutnya mahasiswa beristirahat malam pukul 22.30 WIB hingga pagi di tenda masing-masing.
Pada hari ke-2, Jumat, 8 Juli 2022, kegiatan diawali dengan sarapan pagi dan dilanjutkan dengan ibadah pagi pukul 08.00 – 09.00 yang dipimpin oleh Pendeta Supriyadi, M.Min.

Ibadah ini mengambil tema Pengendalian Diri, yang diambil dari Kitab Amsal 25 ayat 28, yang berbunyi: ” Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya”. Selanjutnya mahasiswa melakukan sesi outbound pada pukul 09.00 – 11.30 WIB.
” Mahasiswa merasa senang dengan kegiatan ini apalagi setelah kurang lebih dua tahun mereka kuliah belum diadakan kegiatan secara luring karena adanya pandemic Covid-19″, jelas Daniel.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.00 WIB dan rombongan mahasiswa dan dosen/tenaga kependidikan yang mendampingi kembali ke kampus bersama-sama. (Budhy HP)
