Tegal-Inspirasiline.com. Tidak seperti biasanya para prnghuni Lapas Kota Tegal, pagi itu semuanya berpenampilan layaknya seorang muslin pada umumya komplit dengan mengenakan sarung baju koko dan kopiah, begitu juga yang wanita ketika keluar dari ruang tahanan mereka sudah rajin dengan mengenakan mukena yang bervariatif Mereka dalam kebersamaan ngumpul dihalaman depan ruang tahanan untuk menjalankan sholat idul adha minggu 10 Juii 2022.
Sholat idul adha juga diikuti oleh para petugas lapas. Bertndak selaku Imam dan Khotib H.Suwondo, MPd yang keseharianya sebagai Pengawas Pendidikan Madrasah Di Kantor Kemenag Kota Tegal.

Pelaksanaan sholat idul adha berlangsung tertib dan hikmat, para jamaah dengan serius mendengarkan ceramah yang disampaikan khotib. Selesai sholat mereka saling bersalaman dan kembali ke ruang masing masing untuk berganti baju sambil menunggu jatah sarapan agi.

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Lapas kelas II/B Kota Tegal Andi Yudho Setijono kegiatan tersebut sudah dilakukan secara rutin, termasuk pada saat idhul fitri. ” cuma kalau perayaan idul fitri ada remisi yang sudah menjadi ketentuan dari Kemenkumham.” jelas. Jumlah penghuni lapas Kota Tegal sebanyak 277 , 19 diantaranya wanita. ‘ hampir lima puluh prosennya kasus narkoba.’ kata Yudho.
Setelah pelaksanaan sholat dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban dan dagingnya dimasak sebagian dibagikan kepada para pebghuni lapas. Pada Idul adha tahun ini lapas Kota Tegal memyebelih tujuh ekor kambing, dua diantaranya qurbamya Nurhayati dan Istiqomah yang keduanya penghuni lapas. Dengan momentum hari raya qurban, Nirhayati yang sedang menjalani masa tahanan selama 4 tahun dan baru dijalani 4 bulan, ia merasa senang bisa berbagi dengan sesama penghuni lapas dan makan bersama sama.
” Yah itu yang dari saya sendiri, kebetulan saya punya usaha ornamen listrik, meski beberapa bulan usahanya vakum.’ ungkap Nurhayati saat akan menyaksikan penyembelihan hewan qurbanya. Sedangkan penghuni lapas lainnya yang qurban adalah Istiqomah, dia merasa senang bisa melakukan qurban dalam lapas sehingga bisa berbagi dengan sesama peghuni.
Selain kedua penghuni yang melakukan qurban, juga ada wanita berparas cantik warga Kelurahan Regal sari Kecamatan Tegal Barat yang juga pernah merasakan hidup dibalik terali besi, di adalah Sri Dewi (37) yang secara ihklas memgirim dua ekor kambing ke lapas sebagai qurban bagi dirinya.
“saya tidak ada maksud apa apa, kebetulan saja ada rejeki, ‘ ungkap Dewi kepasmda media yang ditemui di rumahnya.
Dewi menghuni lapas Tegal selama 3 bulan, dirinya bersalah dalam kasus gono goni dengan suaminya. “ketika di lapas saya merasakan penderitaan batin yang tentu aaja sama sekali tidak ada bayangan masuk lagi di dalam penjara.” ungakap Dewi yang seakan akan kembali membayangkan kehiduan sehari hari di rumah tahanan. (Biet)
