Rembang-Inspirasiline.com. Batik tulis asal Lasem atau Batik Lasem, Kabupaten Rembang, akan dijadikan suvenir atau cinderamata dalam Tourism Working Group yang merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara G20, di Bali akhir tahun ini.
Produksi batik itu merupakan hasil kolaborasi antara Asia Pacific Rayon (APR), Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha serta para perajin Batik Lasem.


Ketua Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional Nur Asia Uno mengatakan, kolaborasi itu sebagai upaya pengenalan Batik Lasem yang sudah sulit dijumpai. Batik itu akan dibagikan kepada para istri menteri pariwisata yang akan hadir.
Batik Lasem akan dibagikan dalam bentuk scraft atau syal. Cinderamata itu akan dibagikan kepada 50 delegasi.
Sementara itu, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fashion Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu menjelaskan, alasan dari terpilihnya batik Lasem sebagai cinderamata sesuai dengan tema dari Tourism Working Group, yaitu penguatan komunitas dan UKM melalui transformasi untuk pariwisata dan budaya dengan penguatan ekonomi rakyat.
“Dan itu sangat menarik untuk digunakan oleh para istri menteri, mudah-mudahan bisa mendunia karena menjadi salah satu pilar G20 adalah sustainability, keberlanjutan dan menuju transformasi kepada ekonomi hijau,” papar Yuke.
Ia menambahkan, batik tulis Lasem berasal dari bahan ramah lingkungan dan pewarna yang alami. Batik Lasem ini juga merepresentasikan salah satu pilar G20, yaitu sustainable fashion.
“Jika berbicara mengenai transisi menuju ekonomi hijau ini yang akan kita bawa dalam semangat 3 pilar G20, yaitu pilar kesehatan, pilar sustainability dan pilar digitalisasi,” kata dia.
Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Lasem KH Ahmad Zaim Maksum atau Gus Zaim ketika di mintai tanggapan media ini Rabu (21/9/2022) menyambut gembira langkah pengenalan Batik Tulis Lasem di forum internasional seperti G20.
