Dua Pelajar Di Rembang Jadi Korban Percobaan Perampasan HP

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Percobaan aksi perampasan Handphone dengan senjata tajam jenis sabit menimpa pelajar SMP di Kecamatan Sarang. Beruntung pelaku yang diketahui gerombolan anak-anak punk itu akhirnya bisa diamankan polisi.

Aksi ini viral setelah diunggah akun Wicky Bin Hasan. Dalam status yang dibuat memperlihatkan petugas kepolisian amankan tiga tersangka yang melakukan aksi penodongan.

Tiga tersangka sempat menangis ketika dibekuk polisi. Dari keterangan pengunggah video remaja tersebut menggunakan senjata tajam.

Kapolsek Lasem Iptu Arif Kristiawan saat dikonfirmasi membenarkan kasusbyersebut. Kata Arif, TKP di atas truk tronton bak terbuka jalur pantura Lasem-Surabaya turut desa Tasiksono, Kecamatan Lasem.

”Pelaku di bawah umur. Sabtu sore kita masih mintai keterangan. Kita juga koordinasi dengan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kita masih koordinasi dengan Dinas Sosial,” terang Arif kepada media ini.

Lanjut Arief, kejadian bermula Sabtu lalu dua korban bolos sekolah. Mereka berangkat bersama dengan tujuh teman lainnya dari Sarang. Numpang truk tronton. Tiba di lasem pukul 10.30 pagi.

Setelah nongkrong sekira pukul 12.30 kedua korban bersama tujuh teman lainnya berniat pulang rumah.

“Mereka menumpang tronton dari perempatan masjid Jami’ Lasem ke Sarang. Saat di atas KBM Truk tersebut korban melihat pelaku sudah di atas KBM. Di tengah perjalanan satu diantara tiga pelaku menodongkan sajam. Pria itu berinisial F, (15), warga Kecamatan Wiyung, Surabaya. Pelaku menodongkan sabit ke arah korban. Dan bertanya kepada korban, kamu punya HP? Sedangkan pelaku lain berinisial B, (12) warga Kecamatan Kedamaian, Kabupaten Gresik menggeledah tas milik korban,” terangnya.

Merasa terancam, korban berontak. Lalu melompat dari tronton yang masih berjalan tersebut. Sementara teman lainnya berteriak minta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut selanjutnya truk tronton berhenti di utara pom bensin Tasiksono.

Setelah turun dari truk korban di datangi temannya bersama dengan warga sekitar, dan mengamankan para pelaku. Beberapa warga berdatangan. Oleh warga selanjutnya para pelaku diserahkan kepada pihak berwajib.

Selain F dan B, satu teman pelaku berinisial N, warga Kecamatan Sawahan, Surabaya juga ikut diamankan di Mapolsek Lasem.

”Pelaku anak punk. Kita amankan satu bilah sabit. Tidak ada kerugian, karena belum mendapatkan hasil. Modusnya pelaku menodongkan bilah sabit untuk mendapatkan barang. Karena pelaku dibawah umur maka kami diversi. Selanjutnya kami koordinasi dengan Dinsos untuk rehabilitasi,” pungkasnya. (Yon Daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *