Dalam Upaya Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RS Ortopedi Siaga Utama Purwodadi Grobogan Adakan Kerjasama Dengan BPJS Kesehatan

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Perkembangan pelayanan kesehatan rumah sakit di wilayah Kabupaten Grobogan semakin berkembang usai beroperasionalnya sebuah rumah sakit khusus yakni Rumah Sakit Ortophedi Siaga Utama di Purwodadi, sebuah rumah sakit swasta khusus melayani kesehatan tulang atau ortopedi.

Direktur RS Orthopedi Siaga Utama Purwodadi Grobogan, dr. Alisia Marthadewi kepada Inspirasiline.com diruang kerjanya, Selasa (13/12/22) menjelaskan Rumah Sakit yang dipimpinnya saat ini telah mengantongi ijin operasional sebagai Rumah Sakit Khusus Tulang. “Kami sudah tidak lagi disebut sebagai RS Bedah, tetapi sudah berubah menjadi RS Tulang, kan kasus tulang tidak harus dibedah, di gips misalnya juga bisa” ungkapnya.

Penandatanganan naskah perjanjian kerjasama tengah berlangsung

Dijelaskan Alisia, untuk mengembangkan jenis pelayanan yang didukung dengan pembeayaan pasti pihaknya menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan yakni dengan melakukan perjanjian kerjasama pada hari ini, Selasa (13/12/22)
Melalui perjanjian kerjasama ini Alisia berharap rumah sakitnya menjadi pusat rujukan kasus kasus gangguan tulang dari semua arah di wilayah Kabupaten Grobogan. Hadir dalam acara ini Direktur PT Bersama Umat Sejahtera dr.M. Nasir Zubaidi SpOT, Kapala KCU BPJS Kudus dr. Agustian Fardianto, Kabid Yankes Dinkes Grobogan dr Agus Budi Sarjono MM, para Direkrur RS, dan para Kepala Puskesmas se Kab.Grobogan, org profesi kesehatan serta Asosiasi klinik.

Alisia menyebut untuk bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan tersebut, rumah sakitnya harus sudah memenuhi beberapa syarat akreditasi yang ditetapkan BPJS Kesehatan.

dr. Alisia Marthadewi Direktur RSO Siaga Utama Purwodadi Grobogan.

Beberapa persyaratan itu yakni Rumah Sakit harus memiliki ijin operasional, sarana dan prasarana yang stadard, memiliki SDM yang menenuhi syarat serta lolos syarat dan kredensial dokter.

Kepala BPJS Grobogan Wahyu Setyorini SKM ,MHKes melalui staf verifikator Ivan menjelaskan saat ini yang sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan pihaknya adalah 9 RS, 30 Puskesmas, 12 klinik dan 45 praktek dokter.

Dalam sambutannya Direktur RS Ortopedi Siaga Utama dr.Alisia Marthadewi mengatakan penyampaian ucapan terima kasih atas kepercayaan BPJS kepada RS Ortopedi Siaga Utama dan hal ini bisa menjadi cambuk semangatnya serta kedepan pihaknya mohon dukungan dan kerjasama dengan Rumah Sakit dan Puskesmas, sehingga RSO Siaga Utama bisa menjadi rumah sakir yang bermanfaat bagi masyarakat Grobogan dan sekitarnya.

Sementara itu Direktur PT Bersama Umat Sejahtera dr.Moh. Nasir Zubaidi SpOT menjelaskan sejak dibangunnya rumah sakit ini, dirinya sudah berpikir untuk melakukan kerjasama dengan BPJS, diakuinya pasti ada syarat yang harus dipenuhi melalui akreditasi. “Dengan telah lolos akreditasi oleh KARS, kami akhirnya bisa melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan” katanya Nasir menambahkan, RS merupakan usaha berbasis resiko, sehingga dalam tugas pelayanannya tidak semata mata berpikir bisnis.

Sedangkan Kabid Yankes Dinkes Grobogan dr Agus Budi Sarjono menjelaskan pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya perjanjian kerjasama tersebut. Menurut Budi Sarjono, PKS ini mash harus dievaluasi 6 bulan kedepan. Ia berharap untuk RS dan Pusjesmas bila ada kasus tulang alangkah baiknya bisa dirujuk ke RSO Siaga Utama.”Ini kan RS Baru bidang Ortopedi, kita dukunglah dan setelah 6 bulan nanti RSO ini agar tetap meningkatkan pelayanannya” bebernya.

Sementara itu Kepala KCU BPJS Kudus dr Agustian Fardianto menyebut RDUD dr R.Sujati Purwodadi saat ini menjadi role model.bagi rumah sakit lain perihal pendaftaran kepesetaan.

Terkait perjanjian kerjasama, KCU BPJS Kudus tahun lalu dengan RSD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, sedangkan tahun ini dengan RSO Siaga Utama Purwodadi Grobogan. Disebutkan Agustian, dilihat dari demografi Grobogan masih butuh rumah sakit, sehingga juga masih butuh kepesertaan baru. Tanggal 12 Desember merupakana saat hari cakupan semesta (UHC= Universal Health Coverage), sehingga kita harus memastikan semua penduduk dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani segi finansial. ” Ini PR kita bersama, semua unsur kesehatan harus terlibat” pungkasnya.

Usai pemberian sambutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerjasama. (Jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *