Anis Kusuma Ningrum Juara 1 Lomba Sinden Nasional 1 di nDayu Park, Sragen 

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Tengah menggelar Lomba Sinden Nasional 1, di nDayu Park, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen

Hal itu untuk menumbuh kembangkan Sinden  di Jawa Tengah, Profesi Pesinden saat ini makin langka. Para Dalang yang tergabung dalam Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi)  menyebut saat ini Krisis Pesinden. Lantaran pekerja seni banyak yang mengambil jalan pintas menjadi Penyanyi.

Untung Wiyono (Tengah)

Plt Ketua I Pepadi Pusat Ki Purwo Wijoyo menyampaikan, Pesinden Profesional dalam Pentas Wayang Kulit atau pementasan sangat dibutuhkan. Apalagi Pesinden yang mumpuni harus banyak berlatih dan tidak mudah. Namun saat ini Ki Purwo Wijaya menilai terjadi Krisis Pesinden, dan banyak yang memilih  jalur penyanyi pada umumnya.

”Kami sedang mengalami Krisis, kekurangan Pesinden” Ungkapnya saat menggelar Lomba Sinden Muda Nasional I, di Ndayu Park, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen Minggu (25/12/2022)

Pihaknya menjelaskan, Lomba digelar dalam rangka menggaet Pesinden Muda yang punya bakat dan minat untuk dibina agar menjadi Pesinden Profesional. Agar ke depan tidak kekurangan Pesinden yang mumpuni. Sekaligus menjaga warisan budaya dan kesenian.

Ketua Pelaksana Lomba Widodo Broto Sejati memaparkan, di Panggung Kesenian saat ini, selain Pesinden ada Penyanyi. Kalau Penyanyi lebih cepat belajar dibanding belajar sebagai calon Pesinden

”Sehingga Profesi Pesinden lebih sulit diperoleh, dibanding mendapatkan Profesi Penyanyi, seperti halnya Penyanyi Campursari,” Ungkapnya.

Widodo Broto Sejati menegaskan, proses belajar dan yang dihasilkan pun tidak bisa dibandingkan. Semisal untuk menjadi Pesinden, kesulitan yang dihadapi berkali-kali lipat. Kondisi kesenian di Daerah juga perlu diperhatikan, Seperti Lomba yang di Gelar di Sragen ini, tidak ada Putaran Final Pesinden dari Sragen. Padahal Sragen dikenal banyak Pesinden yang Masyhur.

Ketua Pepadi Jawa Tengah Untung Wiyono memaparkan, sebenarnya untuk mengembangkan Kesenian Pedalangan termasuk Pembinaan Pesinden ada Sinergi. Mulai dari Pemerintah, Masyarakat dan Pengusaha. Karena tanpa ikut campur tangan Pemerintah, Masyarakat dan Pengusaha, Kesenian Tradisional maupun seniman Pedalangan dan Pembinaan Pesinden tidak akan maju.

”Kolaborasi menjadi hal penting dalam pengembangan kesenian, semua pihak, baik dari Masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pengusaha harus bersama mengembangkan kesenian,” Ungkapnya.

Untung Wiyono  mengatakan, Sragen dikenal banyak bibit Pesinden. Tetapi Pesinden Muda Sragen, malah tidak tampil dalam Putaran Final Lomba Sinden Muda Nasional.

”Saat ini Generasi Anak Muda di usia Sekolah Dasar (SD) yang justru ada tanda-tanda meminati dan serius dalam berkesenian,” Ungkapnya.

Final ini diikuti 14 Pesinden Muda dari sejumlah Daerah. Mereka sudah lolos seleksi, seperti dari DKI Jakarta, Eks Karisidenan Surakarta, Banyumas, Pati, Ngawi, Trenggalek dan Jogjakarta.

Juara 1 dalam Lomba Pesinden kali ini direbut Anis Kusuma Ningrum Pesinden asal Kabupaten Sukoharjo, Juara 2  Supriyana dari Kabupaten Boyolali, Juara 3 Risky Handayani  dari Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur dan harapan 1 diraih  Pesinden Usda.Damasari dari Kabupaten Sukoharjo, harapan 2 jatuh kepada Sinden asal Kabupaten Blora Mayang Anjarsari  , penyerahan hadiah diberikan Juri kehormatan Untung Wiyono, untuk peserta Finalis semua mendapat uang Pembinaan dari Panitia Pelaksana Lomba Sinden Nasional 1

Acara ini dihadiri Tokoh Seni dari berbagai Daerah termasuk Pemilik Bus PO. Haryanto, Haryanto dan dihadiri Bintang Tamu Juri kehormatan Nurhana. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *