Rembang-Inspirasiline.com. Bupati Rembang H Abdul Hafidz menaruh perhatian serius atas proyek peningkatan jalan Slamet Riyadi atau dari Pasar Induk Sumberjo sampai perempatan Mondoteko yang tidak selesai. Oleh karena itu, proyek itu juga di putus kontraknya sejak 10 Pebruari.
Hafidz mengatakan, sudah mengetahui keresahan masyarakat tentang jalan Slamet Riyadi
“Saya sudah mengetahui keresahan masyarakat. Saat panas berdebu, ketika hujan banyak kubangan air. Maka saya akan bertanggung jawab, pokoke sak durunge bodo selesai (pokoknya sebelumnya lebaran/hari raya Idul Fitri selesai),” tegas Hafidz.
Bupati menambahkan saat ini pengerjaan Jalan Slamet Riyadi statusnya sudah putus kontrak.
“Semua ada prosesnya, tidak langsung potong del (pemutusan kerja langsung-red). Ada aturan atau prosedurnya, kita jangan sampai nanti ada PTUN (jangan ada gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara-red). Ada peringatan pertama, peringatan kedua, peringatan ketiga, terus del (putus kontrak-red) setelah itu kita hitung progresnya berapa, nanti sisa pekerjaan masih berapa, dihitung semua,” pada acara Musrenbangcam Kecamatan Rembang, Senin (20/2/2023).
Abdul Hafidz menambahkan kenapa harus ada penghitungan progres pengerjaan penyedia. Pasalnya setiap satu rupiah uang negara, sehingga masyarakat diharapkan bisa memahami aturan dan prosesnya.
“Apakah ada permainan, saya jamin prosesnya sesuai aturan semua. Tidak ada yang dilanggar, ” imbuhnya.
Nugroho Kabid Jalan dan Jembatan DPU Taru menambahkan, pemutusan kontrak sudah dilakukan sejak tanggal 10 Februari 2023. Selanjutnya ada tahapan penganggaran kembali tahun ini.
“Nanti setelah proses penganggaran kembali sudah ditetapkan, DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) kami terima , nanti kami proses untuk pemilihan penyedianya. “
Saat ini pihaknya sedang membuat perencanaan lanjutan pengerjaan jalan Slamet Riyadi. Seperti menghitung sisa pekerjaan jalan tersebut yang belum tertangani.
“Kita hitung berapa kebutuhannya, kemudian nanti kita siapkan perencanaanya. Sehingga nanti pas penganggaran sudah siap bisa langsung kita proses untuk pemilihan penyedianya, ” tuturnya.
Paket pekerjaan jalan Slamet Riyadi saat ini kurang pengaspalan jalan dan penyelesaian pembuatan drainase. Dari 26 paket jalan dan jembatan hanya 3 paket yang dilakukan pemutusan kontrak karena dinilai tidak ada tindaklanjut atau progres dari penyedia. (yon daryono)
