14 Warga Korban Tanah Ambles di Rembang, Segera Relokasi

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Bencana tanah gerak/ amblas di Dukuh Grajen Desa Sumberjo, Rembang Kota, semakin parah. Saat ini sudah ada 14 rumah warga yang terdampak.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan, relokasi atau pemindahan warga menjadi solusi yang harus ditempuh.

Pihak desa Sumberjo sudah menyiapkan lahan seluas 2 ribu meter persegi, untuk relokasi. Lahan tersebut berstatus tanah eigendom (tanah hak milik pada zaman Kolonial Belanda-Red).

“Tanah sudah disiapkan oleh pihak desa, tanah eigendom. Luasnya 2 ribu meter persegi. Kalau untuk 14 rumah kan cukup, “ ujarnya, Sabtu (25/02).

Hafidz menegaskan 14 rumah warga yang terdampak, akan direlokasi semua. Baik warga yang sebelumnya menempati tanah pribadi maupun pengguna tanah bantaran sungai.

Menurutnya, Pemkab tidak melihat dari sisi legalitas kepemilikan tanah, tetapi juga mempertimbangkan faktor kemanusiaan.

“Kita tidak melihat dari sisi legalitas, tapi juga dari sisi kemanusiaan. Kalau mau direlokasi, akan kita relokasi, intinya itu, “ tandas Bupati.

Ia memperinci biaya pembangunan rumah sederhana akan difasilitasi oleh Pemkab Rembang, dengan menggandeng sejumlah pihak. Mulai dari bantuan Provinsi Jawa Tengah, Rp 10 Juta per unit rumah, kemudian Baznas dan CSR perbankan.

“Selain dari Provinsi, akan kita mintakan dari CSR Bank Jateng dan sebagian kita suplai dari APBD. Tapi ini sifatnya rumah sederhana ya, karena anggaran kita terbatas, “ terangnya.

Hafidz membenarkan sempat muncul wacana yang akan direlokasi hanya 3 unit rumah saja, sesuai status tanah pribadi mereka sebelumnya. Tapi hal itu berubah, karena pertimbangan kemanusiaan tetap yang utama.

Ia mengimbau sebelum pembangunan rumah sederhana selesai di area relokasi, masyarakat bisa menumpang ke rumah tetangga, kerabat atau tempat lain yang aman.

Jangan sampai memaksakan diri menghuni di lokasi tanah amblas, karena dikhawatirkan menimbulkan korban, kalau sewaktu-waktu terjadi peristiwa tak terduga.

“Jangan memaksa di situ, karena nanti kalau ada apa-apa, berbahaya. Mohon bisa menyelamatkan sementara, sambil menunggu relokasi, “ pungkas Hafidz.

Suyanto salah seorang warga yang terdampak yang sebelumnya keberatan pindah, kini luluh lantaran sepato dari rumahnya beberapa hari lalu ambrol.

Kepada media ini Minggu, (26/2) Suyanto mengaku siap di relokasi namun dia minta agar status kepemilikan tanah di Grajen yang sudah bersertifikat tetap menjadi miliknya.

Terpisah, Kepala Desa Sumberjo, Rembang, Slamet Rahayu menjelaskan, lahan untuk calon relokasi berada di dekat lapangan Bong Cino atau berjarak sekira 1,5 kilo meter dari lokasi tanah amblas. (yon daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *