Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhamadiyah Jawa Tengah yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di GOR Wisanggeni Kota Tegal Sabtu 4 Maret 2023. telah berjalan lancar. Musyawarah berlamgsung di Hotel Sangryla Jl.Yos Sudarso Tegal dimulai sekitar pk.20 hingga pukul 23 WIB dengan agenda pemilihan 13 Pimpinan Wilayah Muhamadiyah(PWM) Jawa Tengah.
Dari 13 orang yang dipilih dengan sistime_voting, akhirnya pengumpulan suara paling banyak diraih oleh Dr.KH. Tafsir M.Ag dengan memperoleh suara sebanyak 1.365 atau 93,5 prosen.

Pada pemilihan suara, Pemilih berjumlah 1467 sedangkan yang menggunakan hak pilihya sebanyak 1.455 suara dan yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 12 suara. Dilihat dari jumlah pemilih, tingkat partitipasi pemilih sangat tinggi.

Pemilihan yang menggunakan dengan sistim digital berlangsung cukup lancar. Pemilih berasal dari PD Muhamadiyah se Jateng, Usai menggunakan hak suaranya mereka langsung keluar meninggalkan gedung hotel, ada yang menyaksikan pagelaran wayang kulit yang sengaja di gelar oleh panitia musywil ada pula yang kembali ke hotel.
Selesai ditetapkan, mendapat suara terbanyak pada musywil ke 48 tahun 2023, Dt.KH Tafsir M.Ag kepada media mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kepercayaan atau amanah yang hatus diapresiasi. “Amanah ini harus dijalankan dan tentu saja mohon kepada Allah bisa menjalankan kepercayaaan ini dengan amanah .” tuturnya.
” saya sangat berterimakasih kepada para pimpinan daerah Muhammadiyah se jawa tengah atas kepercayaan yang diberikan kepada kami.”. ungkapya.
Dijelaskan oleh pria kelahitan Kebumen 16 Januari 1964, ada tiga hal pokok yang akan dilakukan PWM Jawa Tengah, yaitu Kaderisasi, Pendidikan kaderisasi Ulama dan Industrialisasi Muhamadiyah., ” tiga hal itu yang akan menjadi program prioritas kedepan.
Ditanya soal suara poltik muhamadiyah pada pilpres 2024, Dosen Universitas Islam Walisongo Semarang ini menjawab bahwa secara kelembagaan Muhammadiyah tidak boleh berpihak kemanapun karena politik Muhammadiyah adalah politik kebangsaan politik kemanusiaan atau universal bukan politik partisipan. Tetapi bagi muhamadiyah harus netral aktif dan partisipasi aktif pada proses pemilihan presiden maupun pemilihan calon snggota legislatif. ” warga Muhammadiyah harus netral, aktif.” Demikian tegas Tafsir yang juga selaku dewan pengawas Bank Jateng Syariah (Biet)
