Desa Mranggen Polokarto Keluar Dari Zona Stunting Berkat Demplot Stunting

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Desa Mranggen Kecamatan Polokarto merupakan daerah dimana angka stunting tertinggi dikabupaten Sukoharjo sehingga beberapa waktu lalu mendapat perhatian dari bapak stunting Indonesia Danpusterad Letjen TNI Teguh Muji Angkasa yang secara langsung meninjau keberadaan balita stunting di desa Mranggen Kecamatan Polokarto.

Sesuai dengan arahan Presiden RI Jokowi untuk membangun generasi emas /SDM yang berkualitas antara lain dengan menurunkan angka stunting. Untuk di desa Mraggen Polokarto dimana angka stunting mencapai 100 anak balita namun dengan berbagai usaha dan upaya hingga saat ini angka stunting bisa ditekan sehingga bisa turun drastis tinggal puluhan balita.

Danrem 074 Warastrama Kolonel Inf. Anan Nurakhman

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol CZI Slamet Riyadi dalam laporannya saat menerima kunjungan Danrem Warastratama Surakarta Kolonel Inf. AnanNurakhman pada Selasa (4/4/2023) di balai desa Mranggen Polokarto, Letkol Slamet Riyadi menyampaikan bahwa ada 100 anak balita masih mempunyai berat badan kurang dari rata-rata, sehingga dengan terbentuknya demplot ini bisa menangani masalah stunting tersebut.

Setelah diadakan demplot ini dan setiap hari diadakan intervensi dengan melibatkan 1 orang Babinsa dan 1 orang bidan desa untuk mendampingi 4 anak balita dengan memberikan multi vitamin alga  alhamdulillah hasilnya  cukup menggembirakan, yaitu dari 100 anak balita ada 80 anak balita yang berat badannya sudah mengalami kenaikan, 9 anak balita berat badan turun, dan 28 balita dengan berat badan tetap. 72 balita tinggi badan naik, 28 balita tinggi badan tetap.

Danrem saat menyaksikan simulasi stunting

“ Dengan pemberian makanan tambahan dan multi vitamin alga bisa menurunkan angka stunting di Mranggen Polokarto,” terang Letkol Slamet Riyadi.

Lebih lanjut Dandim 0726 Sukoharjo itu juga menyampaikan sampai saat ini yang sudah keluar dari zona stunting menurut pengukuran zero skor dari -2 sampai +3 ada sebanyak 48 anak, sehingga sudah sekitar 48 % desa Mranggen Polokarto keluar dari angka stunting, keberhasilan ini berkat adanya tambahan makanan dan pengawasan ibu hamil di demplot stunting ini. Dengan dibentuknya demplot stunting ini merupakan kepedulian bersama dan komitmen TNI-Polri dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penurunan angka stunting dikabupaten Sukoharjo.

Foto bersama usai simulasi dan pemberian bantuan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan angka stunting ini  adalah dengan menjaga pola makan dengan gizi yang beragam sesuai usia anak, mengedukasi semua pihak yang terlibat dalam pola asuh anak dan ibu hamil hingga bayi lahir, memperhatikan kualitas sanitasi air bersih, serta akses pelayanan kesehatan dengan harapan kita bisa mewujudkan strategi nasional penanganan dan penurunan angka stunting oleh pemerintah sehingga target penurunan angka stunting bisa tercapai, imbuhnya.

Sementara itu Danrem 074 Warastratama Surakarta Kolonel Inf.Anan Nurakhman usai meyanksikan simulasi penanganan stunting di desa Mranggen Polokarto kepada wartawan menyampaikan apresiasi kepada Dandim Sukoharjo yang telah menginisiasi pembentukan demplot stunting ini dan ternyata hasilnya cukup siknipikan baik dari segi bobot maupun berata badan balita.

Danrem Anan juga mengatakan bahwa hal ini bisa kami lihat secara langsung disini dengan pemberian multi vitamin alga, yang mana alga ini belum ada di daerah-daerah lain, harapannya kabupaten Sukoharjo bisa menjadi pilot project dalam penanganan penurunan angka stunting. Dari anak yang terdata  mulai Maret hingga sekarang dari  100 anak balita stunting ada 80 anak yang mengalami peningkatan baik dari segi berat badan maupun tinggi badan. Menurut hitungan sudah 48 % penurunan angka stunting di Sukoharjo bisa keluar dari zona stunting ini sangat luar biasa.

“Apresiasi kepada Dadim 0726 Sukoharjo dalam pembentukan demplot, dengan berbagai upaya dalam waktu lebih kurang 1 bulan bisa keluar dari zona stunting itu sangat luar biasa,” ujar Kolonel Inf. Anan Nurakhman. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *