Rembang-Inspirasiline.com. Puluhan anak dari 19 Sekolah Dasar (SD) di Rembang memainkan permainan tradisional, kemarin. Berlokasi di sanggar budaya, kegiatan itu dilakukan guna menyemarakkan peringatan Hari Kartini ke-144.
Dalam event tersebut, masing-masing peserta diberikan waktu 10 menit oleh panitia untuk menampilkan dolanan tradisional dengan kreasi dan inovasinya masing-masing.
Dalam aturannya, setiap sekolah bisa memilih dolanan tradisional apa yang akan ditampilkan di depan para juri. Mulai dari dolanan banyak guyup, dakon, gobak sodor, engklek, cublak- cublak suwung hingga petak umpet.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Mutaqin melalui Kabid Pemasaran Pariwisata Kusrini menjelaskan, dolanan tradisional itu dikemas oleh peserta menjadi permainan yang bisa disuguhkan untuk pertunjukkan.
Ada nilai positif yang tersemat di dalam dolanan tradisional, dibanding mainan anak jaman sekarang utamanya di handphone.
“Ada nilai- nilai edukasi yang ditanamkan di setiap dolanan tersebut. Misalnya nilai kejujuran dan kebersamaan,” jelasnya.
Kusrini menuturkan, di dalam museum, ada banyak peninggalan RA Kartini, salah satunya dolanan dakon. Sehingga Pemkab kembali mengangkat dolanan tradisional tersebut.
Azalea Dzakira Rizza Riswana siswa SDN 2 Leteh menceritakan, konsep yang ditampilkannya bersama teman-temannya. Awalnya Azalea dan 4 temannya bermain sendiri- sendiri. Namun karena terjadi pertengkaran maka merekapun sepakat untuk bermain bersama.
“Awalnya mainan pasaran, terus ada bertengkarnya, kemudian berteman dan mainan cublak-cublak suweng bersama-sama. Senang bisa ikut lomba seperti ini, di rumah juga sering mainan rame-rame sama saudara dan teman- teman,” tandasnya. (yon daryono)
