Sembrono Belum Ada Dana, Betonisasi Jalan Desa Papanrejo Gubug Grobogan Sudah Dilaksanakan

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Kegiatan Pembangunan Fisik jalan betonisasi di Dusun Saban Rt 03 Rw 04 Desa Papan rejo Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Jawa Tengah menjadi pergunjingan warga setempat.
Berdasarkan rencana awal perencanaan kegiatan pembangunan fisik dari Desa yang pembiayaan kegiatan nantinya diambilkan menggunakan anggaran Dana Desa tahap lll tahun 2023. justru ternyata sudah dilaksanakan pengerjaannya lebih awal entah dengan alasan apa yang jelas terlalu Sembrono tanpa menggunakan tahapan regulasi. Padahal tahap ll baru saja selesai dikerjakan dan belum termonevkan Hal inilah yang akhirnya menimbulkan kegaduhan, permasalahan baru di desa Papan rejo dimana sebelumnya Pemdes di terpa isu dengan dugaan melakukan tindak kesalahan penyelewengan dana desa yang sudah dilaporkan oleh LBH Sidorejo Law ke Polda Jateng., Jumat (7/7/23).

Dengan adanya pembangunan kegiatan fisik jalan betonisasi yang sudah di kerjakan tersebut menjadi sebuah sorotan pertanyaan besar, kenapa harus dikerjakan lebih awal dan terkesan di paksakan, padahal kegiatan tersebut nantinya di kerjakan pada tahap lll teranggar dari DD.

Ketua TPK desa Papan Rejo (Sulasi) mengambil langkah sangat terburu buru dan dipaksakan dengan melakukan pengerjaan awal yang juga tanpa adanya koordinasi, pemberitahuan dengan pihak desa, BPD maupun Tim Pendamping desa serta pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, padahal anggaran DD Tahun 2023 tahap lll belum dikucurkan Pemerintah.

Berdasarkan beberapa informasi yang ada bahwa ternyata benar adanya pelaksanaan kegiatan fisik jalan betonisasi yang masuk dalam perencanaan tahap lll sudah di kerjakan entah menggunakan anggaran darimana karena tidak adanya papan informasi kegiatan hal semacam ini seperti proyek siluman yang tak jelas pertanggungjawabannya.

Suwarno yang merupakan anggo TPK Papan Rejo menjelaskan dirinya hanya ditunjuk ketua TPK sebagai mandor pengawas untuk mengawasi pekerjaan termasuk ketika material datang, selain itu Suwarno juga menjelaskan bahwa kegiatan betonisasi jalan ini volume kegiatan pekerjaannya adalah dengan P.119m L 3m dengan menggunakan campuran semen 1 sak koral 5 tong pasir 3 tong dengan anggaran keseluruhan Rp.109.000.000.(Seratus Sembilan Juta Rupiah).

baca juga:  91 Ribu Kendaraan Bermotor Di Kabupaten Tegal Belum Bayar Pajak

Menurut Suwarno ternyata droping material melibatkan pihak ke tiga yaitu (Haryono) warga Papan Rejo sebagai pemodal membiayai proyek tersebut. Terlebih dalam hal ini tak ada papan nama proyeknya.

Seperti halnya yang disampaikan Jajuri selaku kepala tukang kepada awak media, bahwa dirinya ikut bekerja disini sebagai tenaga borong bukan tenaga harian untuk jumlah pekerja 9 orang dikerjakan selama empat hari.

Terpisah, Kepala Desa Papanrejo Suwarno menyebut ternyata benar adanya bahwa pekerjaan jalan betonisasi di dusun Saban tersebut dirinya juga tidak tau karena ketua TPK tidak pernah berkoordinasi dengan Pemdes apalagi memberitaukan terlebih dahulu. “Memang benar kegiatan betonisasi pekerjaan tersebut nantinya akan kita anggarkan dari Dana Desa (DD) tahap lll tahun 2023 ini, lha terus saya juga tidak mengetahui bagaimana darimana pembiayayaanya, saya malah kurang paham. terang Kades suwarno.

Diketahui pelaksanaan yang belum masuk masa tahapan merupakan sebuah kesalahan yang tidak sesuai dengan aturan regulasi janggal rasanya dengan apa yang dilakukan ketua TPk tersebut, justru indikasi dan dugaannya bisa mengarah untuk mencari keuntungan pribadi atau memang ketua TPK tidak memahami terkait tugas dan wewenangnya. Selain itu bila anggaran DD tahap lll tidak dikucurkan lalu siapa yang bertanggung jawab atas semua biaya yang sudah terbelanjakan untuk pembelian bahan material meski dari keterangan anggota TPK (Suwarno) tadi melibatkan pihak ke 3 dalam segi pembiayaannya namun apapun juga ini adalah proyek kegiatan yang perencanaannya masuk teranggarkan melalui dana APBN, terkecuali dari pelaksanaan tersebut dikerjakan lebih awal atas dasar kemungkinan beberapa faktor pertimbangan dan jelas masuk tertera dalam berita acara juga musdes bersama.

Selain itu menurut informasi untuk tenaga pekerja di laporkan dengan upah harian namun setelah adanya pengakuan salah satu pekerja yang juga kepala mandor ternyata upah pekerjaan adalah di borongkan.

baca juga:  Malam Tahun Baru, Wali Kota Tegal Imbau Masyarakat Tetap di Rumah

Demi keberimbangan berita ini masih banyak pihak-pihak yang harus di konfirmasi dan diklarifikas. (jkwi- Sb JMI)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *